Update: Kamis, 30 April 2026

PJAA

PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Rp 500
-0.99%
Volume
1.659 lot
MA 5
503
MA 20
532
RSI
33.33
High
505
Low
492
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.30%
Support (10d)
492
Resistance (10d)
555
Volume Trend (10d)
+136.0%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-5.66 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 107 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PJAA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp492, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp555.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 492, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik

Dalam analisis teknikal, hari di mana tren berbalik arah adalah momen paling kritis bagi trader. Salah satu pola paling terkenal untuk mengidentifikasi pembalikan adalah Key Reversal Day. Namun, ada varian yang lebih spesifik dan sering dianggap lebih andal, yang dikenal sebagai The Reversal Day — sebuah pola yang memadukan elemen key reversal day dengan persyaratan volume yang khusus. The Reversal Day adalah pola candlestick tunggal yang menandakan perubahan arah tren yang signifikan, dikonfirmasi oleh lonjakan volume yang ekstrem. Pola ini sangat dihargai oleh trader karena memberikan sinyal reversal yang jelas dengan tingkat keandalan yang tinggi, terutama ketika volume memenuhi kriteria tertentu. Karakteristik The Reversal Day The Reversal Day adalah pola candlestick tunggal yang terjadi di akhir sebuah tren (baik uptrend maupun downtrend). Pola ini...

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  2. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  3. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  4. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  5. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  6. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  7. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  8. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  9. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu

TradingView Chart - PJAA