Update: Kamis, 30 April 2026

DKHH

PT. Cipta Sarana Medika Tbk.

Rp 72
-2.70%
Volume
67.064 lot
MA 5
73
MA 20
71
RSI
54.84
High
75
Low
70
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.69%
Support (10d)
69
Resistance (10d)
87
Volume Trend (10d)
+191.3%
Score
75
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
10.77 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.633 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DKHH saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp69, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp87.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 72 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 83 - 90 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 68 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Cup and Handle klasik sebagai pola bullish yang sangat andal, kini saatnya mengenal kebalikannya: Cup and Handle Inverted, atau pola "Cangkir dan Gagang Terbalik". Jika Cup and Handle klasik menyerupai cangkir teh dengan gagang di sisi kanan dan memberikan sinyal beli, maka Cup and Handle Inverted menyerupai cangkir yang terbalik (seperti huruf "n" terbalik) dengan gagang di sisi kanan bawah, dan memberikan sinyal jual (bearish). Pola ini jauh lebih jarang ditemui dibandingkan versi klasiknya, tetapi ketika muncul, sinyal yang dihasilkan cenderung sangat kuat. Pola ini menandakan periode distribusi yang panjang, diikuti oleh konsolidasi singkat, sebelum harga jatuh ke level yang lebih rendah. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Cup and Handle Inverted, mulai dari karakteristik, psikologi...

Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory mengajarkan bahwa pergerakan harga bergerak dalam pola 5 gelombang impulsif (1,2,3,4,5) dan 3 gelombang korektif (A,B,C). Namun, terkadang salah satu dari gelombang impulsif tersebut – baik wave 1, wave 3, atau wave 5 – memiliki panjang yang jauh lebih besar dibandingkan dua gelombang impulsif lainnya. Fenomena ini disebut Extended Wave (Gelombang Memanjang). Extended wave adalah konsep penting dalam Elliott Wave karena mempengaruhi cara Anda menghitung gelombang, memproyeksikan target harga, dan menentukan titik entry dan exit. Memahami extended wave akan membantu Anda tidak salah mengidentifikasi struktur gelombang, terutama ketika satu gelombang terlihat "terlalu panjang" dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang extended wave, mulai dari jenis-jenisnya, karakteristik, aturan yang berlaku, cara mengidentifikasinya, hingga implikasinya dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  2. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  3. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  4. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  5. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  6. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  7. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  8. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  9. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  10. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

TradingView Chart - DKHH