Update: Kamis, 30 April 2026

DRMA

PT. Dharma Polimetal Tbk.

Rp 980
-1.01%
Volume
17.169 lot
MA 5
1.011
MA 20
1.008
RSI
40.63
High
990
Low
960
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
960
Resistance (10d)
1.065
Volume Trend (10d)
+324.1%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
3.16 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -34.099 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DRMA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp960, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.065.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 960, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar trader lebih fokus mencari sinyal beli. Akibatnya, sinyal jual yang justru melindungi modal sering diabaikan. Salah satu pola jual yang paling tegas namun jarang dipahami dengan baik adalah Stalled Pattern. Pola tiga candlestick ini merupakan "versi ekstrem" dari Advance Block. Jika Anda melihat Stalled Pattern di akhir tren naik yang panjang, bersiaplah karena harga berpotensi mengalami koreksi tajam. Apa Itu Stalled Pattern? Stalled Pattern adalah formasi tiga candlestick bullish (hijau) yang muncul setelah uptrend yang kuat. Namanya mencerminkan kondisi sebenarnya: harga seperti "tersendat" atau mogok di tengah jalan meskipun secara visual candlestick masih berwarna hijau. Sinyal yang diberikan adalah pembalikan bearish yang lebih kuat dibandingkan Advance Block. Pola ini memberi tahu bahwa pembeli sudah benar-benar kehabisan tenaga. Karakteristik...

Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk membaca pergerakan harga. Kebanyakan trader akrab dengan pola Doji, Hammer, atau Engulfing. Namun, ada pola-pola yang lebih langka namun memiliki akurasi sinyal yang tinggi, salah satunya adalah Unique Three River. Apa Itu Unique Three River? Unique Three River adalah pola multi candlestick yang terdiri dari tiga batang lilin (candlestick) dan umumnya muncul di akhir tren turun (downtrend). Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bullish (bullish reversal pattern). Namanya terinspirasi dari formasi yang menyerupai aliran sungai yang berkelok, di mana harga seolah-olah “berhenti” lalu berbalik arah. Meskipun mirip dengan pola Morning Star atau Three Inside Up, Unique Three River memiliki karakteristik unik pada candlestick keduanya yang membedakannya dari pola lainnya....

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  2. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  3. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  4. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  5. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  6. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  7. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  8. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  9. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  10. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga

TradingView Chart - DRMA