Update: Kamis, 30 April 2026

DNET

PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk.

Rp 9.475
+0.80%
Volume
213 lot
MA 5
9.420
MA 20
9.309
RSI
64.86
High
9.475
Low
9.250
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.64%
Support (10d)
9.150
Resistance (10d)
9.475
Volume Trend (10d)
-6.9%
Score
85
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
7.37 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DNET saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.64%. Area support terdekat berada di sekitar Rp9.150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp9.475.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 9.475 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 10.896 - 11.844 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 9.001 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Di antara berbagai pola grafik dalam analisis teknikal, ada satu pola yang sering dianggap sebagai "sepupu dekat" dari Bullish Flag, yaitu Bullish Pennant. Pola ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari flag, namun tetap memberikan sinyal kelanjutan tren naik yang andal. Apa Itu Bullish Pennant? Bullish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga naik secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai umbul-umbul atau panji (pennant) yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera sebagai awal pergerakan. Perbedaan utama dengan Bullish Flag terletak pada bentuk area konsolidasinya. Jika flag membentuk saluran paralel atau sedikit menurun, maka pennant membentuk dua garis tren yang saling bertemu (converging), menciptakan pola segitiga yang...

Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator berfokus pada arah harga: naik atau turun. Namun, ada satu aspek penting yang sering terlupakan oleh trader pemula, yaitu kecepatan perubahan harga atau yang lebih dikenal dengan volatilitas. Salah satu indikator yang dirancang khusus untuk menangkap dinamika ini adalah Chaikin Volatility. Berbeda dengan indikator volatilitas lain seperti Bollinger Bands atau ATR, Chaikin Volatility memiliki pendekatan unik dengan membandingkan rentang harga tertinggi dan terendah terhadap rata-rata pergerakannya. Siapa Pencipta Chaikin Volatility? Indikator ini dinamai sesuai dengan nama penciptanya, Marc Chaikin, seorang analis teknikal terkenal yang juga mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) dan Chaikin Oscillator. Chaikin Volatility pertama kali diperkenalkan sebagai alat untuk mengukur ekspansi dan kontraksi volatilitas harga. Rumus Dasar dan Cara Kerja Secara sederhana, Chaikin Volatility dihitung...

Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

Dalam analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader lebih fokus mencari sinyal pembalikan (reversal). Mereka ingin tahu kapan harga akan berbalik arah. Namun, ada kalanya justru sinyal kelanjutan (continuation) yang lebih berharga, karena memungkinkan trader ikut mengendarai tren yang sudah berjalan. Salah satu pola kelanjutan bearish yang paling menarik namun jarang dibahas adalah Downside Gap Three Methods. Pola multi candlestick ini adalah "saudara" dari Upside Gap Two Crows, tapi dengan cerita yang berbeda. Mari kita bedah. Apa Itu Downside Gap Three Methods? Downside Gap Three Methods adalah pola kelanjutan bearish (bearish continuation) yang terdiri dari empat candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Namanya cukup deskriptif: Downside: mengarah ke bawah (bearish) Gap: ada celah harga Three Methods: tiga metode/candlestick tambahan setelah gap Pola ini menceritakan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  2. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  3. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  4. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  6. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  7. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  8. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  9. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  10. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

TradingView Chart - DNET