Update: Kamis, 30 April 2026

SHIP

PT. Sillo Maritime Perdana Tbk.

Rp 3.840
-3.52%
Volume
870 lot
MA 5
3.726
MA 20
3.742
RSI
61.76
High
3.900
Low
3.670
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.95%
Support (10d)
3.430
Resistance (10d)
4.100
Volume Trend (10d)
-12.4%
Score
80
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
0.26 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SHIP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.430, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.100.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 3.840 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 4.416 - 4.800 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 3.648 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

Dalam analisis teknikal, candlestick standar (Japanese candlestick) adalah alat yang sangat populer. Namun, ia memiliki satu kelemahan signifikan: noise. Fluktuasi harga harian seringkali menghasilkan candlestick yang berantakan, dengan bayangan panjang dan tubuh pendek yang sulit diinterpretasikan. Seorang trader Jepang (yang namanya tidak tercatat dalam sejarah) mengembangkan solusi untuk masalah ini. Ia menciptakan versi modifikasi dari candlestick yang disebut Heikin Ashi. Nama "Heikin Ashi" berasal dari bahasa Jepang: "Heikin" berarti rata-rata, dan "Ashi" berarti kaki atau batang (candlestick). Jadi, Heikin Ashi adalah candlestick rata-rata. Ia menghaluskan harga dengan cara yang cerdas, menghasilkan chart yang jauh lebih bersih dan tren yang jauh lebih mudah dibaca. Apa Itu Heikin Ashi? Heikin Ashi adalah teknik memodifikasi candlestick dengan menghitung nilai rata-rata dari harga open, high, low, dan close...

Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick yang melibatkan celah harga atau gap sering kali dianggap memiliki sinyal yang lebih kuat dibandingkan pola tanpa gap. Salah satu pola multi candlestick yang mengandalkan gap sebagai komponen utamanya adalah Breakaway Pattern. Pola Breakaway tergolong jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia mampu memberikan sinyal pembalikan arah yang cukup akurat, baik dari tren turun ke naik (bullish) maupun dari tren naik ke turun (bearish). Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola Breakaway beserta karakteristik, psikologi pasar, dan cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola Breakaway? Breakaway pattern adalah formasi candlestick yang terdiri dari lima batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern). Namanya diambil dari kata breakaway yang berarti "melepaskan diri" atau "memisahkan diri",...

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  2. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  3. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  4. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  5. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  6. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  7. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  8. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  9. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - SHIP