Update: Kamis, 30 April 2026

ERAA

PT. Erajaya Swasembada Tbk.

Rp 410
-1.44%
Volume
858.524 lot
MA 5
412
MA 20
395
RSI
76.19
High
414
Low
402
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.13%
Support (10d)
396
Resistance (10d)
418
Volume Trend (10d)
+20.1%
Score
35
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
6.22 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (76.2) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -159.993 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ERAA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 76.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp396, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp418.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 376 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

Dalam analisis teknikal, kebanyakan indikator volume berasumsi bahwa volume tinggi adalah segalanya. Volume tinggi dianggap mencerminkan partisipasi serius, sementara volume rendah diabaikan sebagai noise. Namun, ada sepasang indikator yang membalik logika tersebut. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) justru percaya bahwa hari-hari dengan volume rendah menyimpan informasi paling berharga tentang arah pasar jangka panjang. Dikembangkan oleh Paul Dysart pada tahun 1930-an (setelah ia mengamati karya perintis dari Norman Fosback), indikator ini didasarkan pada teori yang menarik: Orang banyak (crowd) cenderung salah, sementara orang pintar (smart money) bertindak saat sepi. Filosofi Dibalik NVI dan PVI Fosback, yang mempopulerkan indikator ini dalam bukunya, mengamati sebuah fenomena menarik: Pada hari dengan volume di atas rata-rata (Positive Volume), publik ritel cenderung paling aktif. Mereka terpengaruh...

Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator digunakan untuk menentukan arah tren – apakah harga akan naik atau turun. Namun, ada satu indikator yang dirancang untuk menjawab pertanyaan yang berbeda: seberapa kuat tren tersebut? Indikator itu adalah ADX (Average Directional Index). ADX dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan Parabolic SAR. ADX tidak memberi tahu Anda apakah tren sedang naik atau turun – ia hanya memberi tahu Anda seberapa kuat tren tersebut, terlepas dari arahnya. Untuk mengetahui arah tren, ADX dilengkapi dengan dua garis pendamping: Plus DI (+DI) dan Minus DI (-DI). Ketiganya – ADX, +DI, dan -DI – membentuk sistem Directional Movement Indicator (DMI) yang sangat powerful untuk menganalisis tren. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang ADX dan...

Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah cerminan dari antusiasme dan partisipasi pelaku pasar. Ketika tren sedang berlangsung kuat, volume cenderung tinggi atau setidaknya konsisten. Namun, ada kondisi di mana volume mulai mengecil secara bertahap di akhir sebuah tren—baik tren naik maupun tren turun. Kondisi ini dikenal sebagai Ending Volume atau Volume Contraction. Ending volume adalah sinyal bahwa tren sedang kehilangan "bahan bakar". Semakin sedikit partisipasi, semakin lemah momentum. Ketika volume terus menurun sementara harga masih bergerak dalam satu arah, itu adalah peringatan bahwa tren tidak lagi didukung oleh keyakinan yang kuat—dan koreksi atau pembalikan mungkin sudah dekat. Karakteristik Ending Volume Ending volume adalah pola di mana volume perdagangan menurun secara bertahap dalam beberapa periode terakhir dari sebuah tren, sementara harga masih bergerak dalam arah yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  2. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  7. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  8. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  9. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  10. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

TradingView Chart - ERAA