Update: Kamis, 30 April 2026

DSSA

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk

Rp 1.615
-6.10%
Volume
430.272 lot
MA 5
1.793
MA 20
15.489
RSI
12.90
High
1.720
Low
1.530
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
7.63%
Support (10d)
1.530
Resistance (10d)
3.360
Volume Trend (10d)
-2.2%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-97.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (12.9) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -19.667 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DSSA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 12.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.530, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.454 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross

Dalam analisis teknikal, Joe Ross adalah salah satu figur yang paling dihormati berkat pendekatannya yang sederhana namun efektif dalam membaca pergerakan harga. Salah satu kontribusi utamanya adalah The Hook Pattern—yang juga dikenal sebagai Ross Hook atau RH—sebuah pola reversal yang digunakan untuk mengidentifikasi titik di mana tren kemungkinan akan berakhir dan berbalik arah. Berbeda dengan pola reversal lain yang membutuhkan waktu lama untuk terbentuk, The Hook Pattern terkenal karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan sinyal yang sangat awal. Pola ini merupakan bagian integral dari sistem trading Joe Ross yang lebih luas, yang juga mencakup The 1-2-3 Pattern, The 2B Pattern, dan The 1-2-3-4 Pattern. Karakteristik The Hook Pattern The Hook Pattern adalah pola reversal yang terbentuk ketika harga gagal melanjutkan tren dan kemudian "mengait" (hook)...

Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola memiliki nama yang mudah diingat karena menyerupai bentuk geometris atau benda sehari-hari. Namun, ada satu pola dengan nama yang cukup unik dan deskriptif: Bump and Run (BARR) – pola di mana harga "menabrak" (bump) lalu "berlari" (run) ke arah sebaliknya. Pola Bump and Run pertama kali dikembangkan oleh Thomas Bulkowski, seorang penulis terkenal di bidang analisis teknikal. Pola ini tergolong jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat kuat, baik bullish maupun bearish. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Bump and Run (BARR), mulai dari karakteristik, tiga fase utamanya, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Bump and Run (BARR)? Bump and Run (BARR) adalah...

Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan

Dalam analisis teknikal saham, pola Head and Shoulders sudah sangat terkenal sebagai pola pembalikan bearish di puncak tren naik. Namun, tahukah Anda bahwa pola ini juga memiliki versi terbalik yang justru memberikan sinyal beli yang sangat kuat? Pola itu adalah Inverse Head and Shoulders (atau sering juga disebut Head and Shoulders Bottom). Bentuknya terbalik dari versi klasik: kepala berada di bawah, bukan di atas. Pola ini adalah salah satu pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang paling dapat diandalkan dan paling dicari oleh para trader. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Inverse Head and Shoulders, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Inverse Head and Shoulders? Inverse Head and Shoulders adalah pola pembalikan bullish yang terbentuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  2. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  3. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  4. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  5. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  6. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  7. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  8. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  9. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  10. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

TradingView Chart - DSSA