Update: Kamis, 30 April 2026

ELIT

PT. Data Sinergitama Jaya Tbk.

Rp 202
-1.94%
Volume
48.092 lot
MA 5
206
MA 20
211
RSI
34.62
High
206
Low
200
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.78%
Support (10d)
200
Resistance (10d)
226
Volume Trend (10d)
-41.9%
Score
15
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-0.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.293 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ELIT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp226.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 190 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI dan Stochastic sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang cukup populer namun memiliki karakteristik unik: CCI (Commodity Channel Index). CCI dikembangkan oleh Donald Lambert pada tahun 1980. Meskipun namanya mengacu pada "Commodity", CCI sebenarnya dapat digunakan untuk menganalisis saham, indeks, forex, cryptocurrency, dan instrumen keuangan lainnya. Keunikan CCI adalah ia mengukur deviasi harga terhadap rata-rata statistiknya. CCI tidak terbatas pada rentang 0-100 seperti RSI atau Stochastic; ia dapat bergerak dari -300 hingga +300 atau bahkan lebih ekstrem. Ini membuat CCI sangat baik untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold ekstrem, awal tren baru, dan divergence. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CCI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi level +100 dan -100, pola crossover, zero line crossing,...

Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu

Dalam analisis teknikal, banyak trader terpaku pada pola satu candlestick seperti hammer, shooting star, atau doji. Namun, ada kalanya pasar membutuhkan waktu dua hari untuk menyelesaikan "kalimat" pembalikannya. Di sinilah Two-Day Reversal berperan. Pola ini mungkin tidak sedramatis key reversal day, tetapi justru seringkali lebih andal karena melibatkan konfirmasi dari hari kedua. Two-day reversal mengajarkan kita sebuah filosofi sederhana: jangan terburu-buru mengambil kesimpulan hanya dari satu candle. Berikan pasar waktu sehari untuk membuktikan niatnya. Jika Anda adalah tipe trader yang sabar dan tidak ingin terjebak dalam sinyal palsu, two-day reversal adalah pola yang wajib Anda kuasai. Apa Itu Two-Day Reversal? Two-Day Reversal adalah pola pembalikan arah yang terbentuk dalam rentang dua hari perdagangan berurutan. Pola ini menandakan bahwa sentimen pasar telah berubah secara fundamental,...

Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, ada beberapa pola yang begitu langka dan begitu kuat sehingga para trader menyebutnya sebagai "holy grail" dari pola reversal. Salah satunya adalah Abandoned Baby (Bayi yang Terlantar). Pola ini mendapat namanya dari bentuknya yang unik—sebuah doji (bayi) yang terisolasi sendirian, "terlantar" di antara dua gap, terpisah dari kedua candlestick di sekitarnya. Ini adalah pola reversal paling ekstrem dan paling andal dalam analisis candlestick, tetapi juga yang paling jarang muncul. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Abandoned Baby (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, variasi pola, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Abandoned Baby? Abandoned Baby adalah pola pembalikan tiga candlestick yang sangat langka dan sangat kuat. Pola ini merupakan variasi ekstrem dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  2. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  3. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  4. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  5. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  6. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  7. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  8. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  9. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  10. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

TradingView Chart - ELIT