Update: Rabu, 13 Mei 2026

GEMS

PT. Golden Energy Mines Tbk.

Rp 7.575
-3.19%
Volume
3.424 lot
MA 5
7.780
MA 20
8.051
RSI
23.64
High
7.875
Low
7.225
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.99%
Support (10d)
7.225
Resistance (10d)
8.200
Volume Trend (10d)
+63.8%
Score
70
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-13.18 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.6) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 238 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GEMS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp7.225, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp8.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 7.727 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 8.333 - 8.711 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 7.045 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  2. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  3. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  4. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  5. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  6. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  7. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  8. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  9. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  10. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

TradingView Chart - GEMS