Update: Kamis, 30 April 2026

GGRP

PT. Gunung Raja Paksi Tbk.

Rp 288
-1.37%
Volume
8.278 lot
MA 5
291
MA 20
291
RSI
47.37
High
296
Low
286
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
286
Resistance (10d)
306
Volume Trend (10d)
-2.3%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-4.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -212 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GGRP saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp286, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp306.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 286, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

Dalam analisis teknikal, kebanyakan indikator volume berasumsi bahwa volume tinggi adalah segalanya. Volume tinggi dianggap mencerminkan partisipasi serius, sementara volume rendah diabaikan sebagai noise. Namun, ada sepasang indikator yang membalik logika tersebut. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) justru percaya bahwa hari-hari dengan volume rendah menyimpan informasi paling berharga tentang arah pasar jangka panjang. Dikembangkan oleh Paul Dysart pada tahun 1930-an (setelah ia mengamati karya perintis dari Norman Fosback), indikator ini didasarkan pada teori yang menarik: Orang banyak (crowd) cenderung salah, sementara orang pintar (smart money) bertindak saat sepi. Filosofi Dibalik NVI dan PVI Fosback, yang mempopulerkan indikator ini dalam bukunya, mengamati sebuah fenomena menarik: Pada hari dengan volume di atas rata-rata (Positive Volume), publik ritel cenderung paling aktif. Mereka terpengaruh...

Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang sangat unik karena tidak berupa garis seperti moving average, melainkan berupa titik-titik (dots) yang muncul di sekitar harga. Indikator itu adalah Parabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse). Parabolic SAR dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan ADX. Indikator ini dirancang untuk membantu trader menentukan arah tren saat ini, level stop loss yang ideal, serta potensi titik balik (reversal) harga. Nama "Parabolic" berasal dari bentuk parabolik yang dihasilkan oleh titik-titik SAR ketika diplot pada chart, sementara "SAR" adalah singkatan dari Stop and Reverse – karena indikator ini memberi sinyal kapan harus menghentikan posisi (stop) dan membalik arah (reverse). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Parabolic SAR, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, interpretasi titik-titik...

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  2. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  3. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  6. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  7. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  8. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  9. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  10. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru

TradingView Chart - GGRP