Update: Kamis, 30 April 2026

GDST

PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

Rp 107
-6.96%
Volume
332.070 lot
MA 5
106
MA 20
103
RSI
60.00
High
115
Low
103
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.67%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
139
Volume Trend (10d)
+6,389.1%
Score
85
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
4.90 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.965 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GDST saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp139.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 107 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 123 - 134 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 102 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga

Dalam analisis teknikal saham, ada banyak indikator kompleks dengan rumus yang rumit dan parameter yang membingungkan. Namun, terkadang yang paling sederhana justru yang paling efektif. Salah satu indikator paling sederhana namun sangat berguna adalah Momentum (MOM). Momentum (sering disingkat MOM) adalah indikator yang mengukur kecepatan perubahan harga dengan menghitung selisih antara harga saat ini dengan harga N periode yang lalu. Tidak ada moving average, tidak ada smoothing, tidak ada bobot – hanya selisih harga. Kesederhanaan inilah yang membuat Momentum menjadi alat yang sangat baik untuk mengidentifikasi kekuatan tren, divergence, dan potensi pembalikan harga. Indikator ini juga menjadi fondasi bagi banyak indikator lain seperti RSI, MACD, dan lainnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Momentum (MOM), mulai dari cara perhitungan, interpretasi garis nol...

VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread

Di antara berbagai metode analisis teknikal, sebagian besar hanya melihat apa yang terjadi: harga naik, harga turun, volume besar, volume kecil. Namun, ada satu metode yang mencoba menjawab mengapa itu terjadi dan siapa di baliknya. Metode itu adalah VSA (Volume Spread Analysis). Dikembangkan oleh Tom Williams, seorang trader yang menghabiskan lebih dari 30 tahun bekerja dengan para "pemain besar" (smart money) di pasar saham dan komoditas, VSA didasarkan pada premis sederhana namun revolusioner: setiap pergerakan harga yang signifikan pasti didahului oleh aktivitas para profesional. VSA tidak hanya mengukur volume dan harga, tetapi membaca hubungan antara keduanya untuk mengetahui apakah para pemain besar sedang mengakumulasi, mendistribusikan, atau sudah tidak aktif. Apa Itu VSA (Volume Spread Analysis)? Volume Spread Analysis adalah metode membaca aksi harga berdasarkan...

The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, salah satu momen paling menegangkan adalah ketika harga menembus level support atau resistance yang penting. Apakah ini awal dari tren baru, atau hanya jebakan (false breakout)? Joe Ross, trader legendaris yang juga mengembangkan The 1-2-3 Pattern, memiliki jawabannya: The 2B Pattern. Pola 2B adalah salah satu kontribusi paling berharga dari Joe Ross. Nama "2B" berasal dari "2nd Breakout" atau "Breakout Failure"—menggambarkan situasi di mana harga mencoba menembus level tertinggi atau terendah sebelumnya (breakout) tetapi gagal bertahan, kemudian berbalik arah dengan cepat. Bagi trader yang ingin menghindari jebakan breakout dan justru memanfaatkannya untuk entry di awal pembalikan, The 2B Pattern adalah alat yang sangat efektif. Karakteristik The 2B Pattern The 2B Pattern adalah pola reversal yang terjadi ketika harga sejenak menembus level...

Artikel menarik lainnya:

  1. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  2. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  3. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  4. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  5. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  6. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  7. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  8. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  9. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  10. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi

TradingView Chart - GDST