Update: Kamis, 30 April 2026

GULA

PT. Aman Agrindo Tbk.

Rp 354
-2.21%
Volume
113.379 lot
MA 5
356
MA 20
340
RSI
60.00
High
364
Low
348
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.67%
Support (10d)
306
Resistance (10d)
372
Volume Trend (10d)
+70.2%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
26.43 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -172 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GULA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp306, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp372.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 372 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 409, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 306 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, Joe Ross tidak hanya dikenal dengan pola reversal seperti 1-2-3 Pattern dan 2B Pattern. Ia juga mengembangkan pola untuk mengikuti tren yang sedang berlangsung—bukan untuk membalikkannya. Pola tersebut adalah The 1-2-3-4 Pattern. Berbeda dengan pola reversal yang bertujuan menangkap akhir tren, The 1-2-3-4 Pattern adalah pola continuation (lanjutan tren) dan breakout. Pola ini membantu trader mengidentifikasi momen di mana harga keluar dari konsolidasi (breakout) atau melanjutkan tren setelah pullback yang sehat. Bagi trader yang ingin "menunggangi" tren (riding the trend) daripada berusaha menebak puncak atau dasar, The 1-2-3-4 Pattern adalah alat yang sangat berguna. Karakteristik The 1-2-3-4 Pattern The 1-2-3-4 Pattern adalah pola yang terdiri dari empat titik pada grafik harga yang membentuk serangkaian higher highs dan higher lows (dalam uptrend)...

Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

Dalam analisis teknikal, candlestick standar (Japanese candlestick) adalah alat yang sangat populer. Namun, ia memiliki satu kelemahan signifikan: noise. Fluktuasi harga harian seringkali menghasilkan candlestick yang berantakan, dengan bayangan panjang dan tubuh pendek yang sulit diinterpretasikan. Seorang trader Jepang (yang namanya tidak tercatat dalam sejarah) mengembangkan solusi untuk masalah ini. Ia menciptakan versi modifikasi dari candlestick yang disebut Heikin Ashi. Nama "Heikin Ashi" berasal dari bahasa Jepang: "Heikin" berarti rata-rata, dan "Ashi" berarti kaki atau batang (candlestick). Jadi, Heikin Ashi adalah candlestick rata-rata. Ia menghaluskan harga dengan cara yang cerdas, menghasilkan chart yang jauh lebih bersih dan tren yang jauh lebih mudah dibaca. Apa Itu Heikin Ashi? Heikin Ashi adalah teknik memodifikasi candlestick dengan menghitung nilai rata-rata dari harga open, high, low, dan close...

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  2. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  3. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  4. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  5. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  6. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  7. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  10. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

TradingView Chart - GULA