Update: Kamis, 30 April 2026

HERO

PT. DFI Retail Nusantara Tbk.

Rp 474
+24.74%
Volume
90.144 lot
MA 5
400
MA 20
408
RSI
71.60
High
474
Low
400
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.69%
Support (10d)
378
Resistance (10d)
474
Volume Trend (10d)
+897.4%
Score
25
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
20.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.6) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.422 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HERO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp378, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp474.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 359 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai

Dalam analisis teknikal saham, pola harmonic memiliki berbagai bentuk yang kompleks – Gartley, Bat, Butterfly, Crab, dan seterusnya. Namun, di balik semua kompleksitas itu, terdapat satu pola yang menjadi fondasi dari semua pola harmonic lainnya: pola AB=CD. AB=CD adalah pola harmonic yang paling sederhana dan paling mendasar. Ia merupakan "batu bata" pembangun dari pola-pola harmonic yang lebih kompleks. Seorang trader harmonic pemula wajib menguasai pola AB=CD sebelum mempelajari pola lainnya. Pola ini dinamakan AB=CD karena memiliki dua kaki (leg) yang panjangnya sama: dari A ke B dan dari C ke D, dengan hubungan Fibonacci yang spesifik di antara mereka. Pola ini mengajarkan konsep dasar tentang simetri dan rasio Fibonacci dalam pergerakan harga. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola AB=CD (baik bullish maupun...

Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

Dalam analisis teknikal, salah satu pertanyaan paling sulit dijawab adalah: Apakah tekanan beli atau tekanan jual yang sedang mendominasi pasar? Indikator volume seperti OBV dan A/D Line memberikan gambaran kumulatif sejak awal data. Namun, pendekatan kumulatif memiliki kelemahan: ia tidak pernah "reset". Akibatnya, tren lama bisa terus mempengaruhi pembacaan saat ini. Marc Chaikin, sang maestro di balik A/D Line, menyadari keterbatasan ini. Ia kemudian mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) – sebuah indikator yang mengukur tekanan beli dan jual dalam periode tertentu (biasanya 20 atau 21 hari), bukan secara kumulatif tanpa batas. Hasilnya adalah indikator yang lebih responsif terhadap kondisi pasar terkini, dengan batas atas dan bawah yang jelas. Apa Itu Chaikin Money Flow (CMF)? Chaikin Money Flow adalah indikator osilator yang mengukur accumulation/distribution dari...

Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

Di antara puluhan indikator volume yang tersedia, sebagian besar hanya memperlakukan volume sebagai satu kesatuan: berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan mendasar. Volume tidak membedakan apakah transaksi tersebut terjadi karena tekanan beli atau tekanan jual. Klinger Oscillator hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dikembangkan oleh Stephen Klinger pada akhir 1990-an, indikator ini tidak hanya mengukur volume, tetapi juga membedakan antara volume yang mendorong harga naik dan volume yang mendorong harga turun. Lebih dari itu, Klinger Oscillator juga membandingkan pergerakan volume jangka pendek dengan jangka panjang, mirip seperti cara kerja MACD tetapi dengan volume sebagai bahannya. Apa Itu Klinger Oscillator? Klinger Oscillator adalah indikator volume yang menghitung akumulasi volume berdasarkan arah pergerakan harga, kemudian membandingkan rata-rata jangka pendek dengan rata-rata jangka...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  2. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  3. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  4. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  5. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  6. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  7. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  8. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  9. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  10. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

TradingView Chart - HERO