Update: Kamis, 30 April 2026

IGAR

PT. Champion Pacific Indonesia Tbk.

Rp 482
0.00%
Volume
5.312 lot
MA 5
481
MA 20
481
RSI
53.85
High
488
Low
446
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.47%
Support (10d)
446
Resistance (10d)
488
Volume Trend (10d)
+94.0%
Score
100
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-1.23 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 123 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IGAR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp446, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp488.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 482 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 554 - 603 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 458 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Di antara berbagai pola grafik dalam analisis teknikal, ada satu pola yang sering dianggap sebagai "sepupu dekat" dari Bullish Flag, yaitu Bullish Pennant. Pola ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari flag, namun tetap memberikan sinyal kelanjutan tren naik yang andal. Apa Itu Bullish Pennant? Bullish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga naik secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai umbul-umbul atau panji (pennant) yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera sebagai awal pergerakan. Perbedaan utama dengan Bullish Flag terletak pada bentuk area konsolidasinya. Jika flag membentuk saluran paralel atau sedikit menurun, maka pennant membentuk dua garis tren yang saling bertemu (converging), menciptakan pola segitiga yang...

Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

Dalam analisis teknikal, banyak indikator yang hanya berfokus pada harga, mengabaikan volume sebagai komponen penting. Padahal, volume adalah "bahan bakar" di balik pergerakan harga. Sebuah pergerakan naik tanpa volume yang cukup mungkin hanya ilusi, sementara pergerakan naik dengan volume besar adalah sinyal kekuatan sejati. Di sinilah Force Index berperan. Dikembangkan oleh Dr. Alexander Elder (sosok yang sama di balik Elder Ray Index), Force Index adalah indikator yang menggabungkan tiga elemen penting: arah pergerakan harga, jarak pergerakan, dan volume. Dengan menggabungkan ketiganya, Force Index memberikan gambaran tentang "kekuatan sejati" dari sebuah pergerakan harga. Karakteristik Force Index Force Index adalah indikator osilator yang mengukur kekuatan di balik pergerakan harga. Semakin besar perubahan harga dan semakin tinggi volume, semakin besar nilai Force Index. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai...

Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rounding Top sebagai pola pembalikan bearish yang berbentuk kubah, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Rounding Bottom, yang juga dikenal sebagai Saucer (piring) atau Bow (mangkuk). Rounding Bottom adalah kebalikan dari Rounding Top. Jika Rounding Top berbentuk kubah terbalik (seperti huruf "n"), maka Rounding Bottom berbentuk mangkuk atau piring (seperti huruf "u"). Pola ini menggambarkan perubahan psikologi pasar secara gradual, dari kepanikan menjadi apatis, lalu menjadi optimisme yang perlahan-lahan membangun. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rounding Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Rounding Bottom? Rounding Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini berbentuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  3. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  4. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  5. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  6. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  7. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  8. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  9. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  10. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

TradingView Chart - IGAR