Update: Kamis, 30 April 2026

IKAN

PT. Era Mandiri Cemerlang Tbk.

Rp 98
-2.97%
Volume
28.663 lot
MA 5
98
MA 20
99
RSI
57.50
High
101
Low
94
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.82%
Support (10d)
94
Resistance (10d)
109
Volume Trend (10d)
-84.2%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.69 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 398 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IKAN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp94, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp109.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 94, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas Fibonacci Retracement yang digunakan untuk mencari level pullback (koreksi) dalam sebuah tren. Namun, setelah harga menyelesaikan koreksi dan melanjutkan tren, pertanyaan selanjutnya muncul: Sampai di mana harga akan bergerak? Inilah saatnya Fibonacci Extension berperan. Jika retracement membantu Anda menjawab "di mana saya harus membeli?", maka extension membantu menjawab "di mana saya harus menjual?". Fibonacci Extension digunakan untuk memproyeksikan seberapa jauh harga akan bergerak setelah menembus titik tertinggi (dalam uptrend) atau titik terendah (dalam downtrend) sebelumnya. Level-level kuncinya adalah 127.2%, 161.8%, dan 261.8% – angka-angka yang mewakili rasio emas dan kelipatannya. Apa Itu Fibonacci Extension? Fibonacci Extension adalah alat untuk memprediksi target harga di luar swing terakhir. Ia memproyeksikan sejauh mana pergerakan harga berikutnya berdasarkan panjang pergerakan sebelumnya. Perbedaan...

Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai indikator momentum seperti RSI, Stochastic, dan CCI, kini saatnya mengenal indikator yang sangat sederhana namun powerful: Williams %R (atau sering disebut Williams Percent Range). Williams %R dikembangkan oleh Larry Williams, seorang trader legendaris yang juga dikenal dengan berbagai kontribusinya dalam analisis teknikal. Indikator ini hampir identik dengan Stochastic Oscillator (Fast Stochastic), tetapi dengan satu perbedaan mendasar: Williams %R diplot dalam skala negatif (dari 0 hingga -100), sementara Stochastic diplot positif (0 hingga 100). Williams %R dirancang untuk mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta memberikan sinyal entry dan exit yang jelas. Karena kesederhanaannya, indikator ini sangat populer di kalangan trader pemula maupun profesional. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Williams %R, mulai dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  3. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  4. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  5. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  6. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  7. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  8. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  9. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  10. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

TradingView Chart - IKAN