Update: Kamis, 30 April 2026

IKBI

PT. Sumi Indo Kabel Tbk.

Rp 555
-2.63%
Volume
421 lot
MA 5
563
MA 20
556
RSI
52.00
High
570
Low
545
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.21%
Support (10d)
540
Resistance (10d)
590
Volume Trend (10d)
+26.0%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.74 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IKBI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp540, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 590 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 649, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 540 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, ada pola yang indah secara visual namun mengancam bagi para pembeli. Pola itu adalah Evening Star (Bintang Senja). Seperti bintang yang muncul di senja hari sebelum malam tiba, pola ini menandakan bahwa "siang" tren naik akan segera berakhir dan "malam" tren turun akan segera datang. Jika Morning Star adalah sahabat trader bullish, maka Evening Star adalah mimpi buruk bagi mereka yang masih memegang posisi beli. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Evening Star, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, variasi pola, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Evening Star? Evening Star adalah pola pembalikan bearish (dari naik ke turun) yang terdiri dari tiga candlestick. Pola ini terbentuk di akhir tren naik (uptrend) dan dianggap sebagai...

Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada pola-pola yang begitu ikonik sehingga menjadi bahasa universal bagi trader di seluruh dunia. Salah satunya adalah Double Bottom. Pola ini dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai dua lembah (bottom) dengan kedalaman yang kurang lebih sama, seperti dua cekungan kembar. Double Bottom adalah kebalikan dari Double Top. Pola ini merupakan salah satu pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang paling terkenal dan paling dapat diandalkan. Ia menandakan bahwa tren turun telah kehabisan tenaga dan harga akan berbalik arah menjadi tren naik. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Double Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Double Bottom? Double Bottom adalah pola pembalikan bullish yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend)....

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Artikel menarik lainnya:

  1. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  2. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  3. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  4. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  5. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  6. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  7. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  8. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  9. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  10. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang

TradingView Chart - IKBI