Update: Kamis, 30 April 2026

PBRX

PT. Pan Brothers Tbk.

Rp 38
-5.00%
Volume
188.260 lot
MA 5
39
MA 20
39
RSI
40.00
High
40
Low
37
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.34%
Support (10d)
37
Resistance (10d)
41
Volume Trend (10d)
-11.2%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-7.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 400 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBRX saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.34%. Area support terdekat berada di sekitar Rp37, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp41.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 37, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Cup and Handle klasik sebagai pola bullish yang sangat andal, kini saatnya mengenal kebalikannya: Cup and Handle Inverted, atau pola "Cangkir dan Gagang Terbalik". Jika Cup and Handle klasik menyerupai cangkir teh dengan gagang di sisi kanan dan memberikan sinyal beli, maka Cup and Handle Inverted menyerupai cangkir yang terbalik (seperti huruf "n" terbalik) dengan gagang di sisi kanan bawah, dan memberikan sinyal jual (bearish). Pola ini jauh lebih jarang ditemui dibandingkan versi klasiknya, tetapi ketika muncul, sinyal yang dihasilkan cenderung sangat kuat. Pola ini menandakan periode distribusi yang panjang, diikuti oleh konsolidasi singkat, sebelum harga jatuh ke level yang lebih rendah. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Cup and Handle Inverted, mulai dari karakteristik, psikologi...

Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah "bahan bakar" yang menggerakkan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi di mana volume melonjak ke tingkat yang ekstrim—jauh di atas rata-rata—dan justru menandakan bahwa tren sedang kehabisan tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai Climax Volume. Climax volume adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia sering muncul di titik-titik kritis pasar: di akhir downtrend yang panjang (selling climax) atau di akhir uptrend yang panjang (buying climax). Bagi trader yang memahami konsep ini, climax volume adalah peringatan bahwa tren akan segera berbalik atau setidaknya mengalami koreksi signifikan. Karakteristik Climax Volume Climax volume adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak drastis—seringkali 3 hingga 5 kali atau lebih di atas volume...

Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick sering kali menggambarkan pertarungan psikologis antara pembeli dan penjual. Salah satu pola yang secara visual paling jelas menggambarkan "pertarungan sengit" ini adalah Counterattack Line. Pola ini unik karena kedua lilin memiliki panjang yang hampir sama tetapi dengan arah yang berlawanan, dan yang terpenting: penutupan kedua lilin berada pada level yang sama. Ini seperti dua petinju saling mendaratkan pukulan keras dan berakhir dengan skor imbang di akhir ronde. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola Counterattack Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola Counterattack Line? Counterattack Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern). Namanya diambil dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  2. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  3. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  4. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  5. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  6. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  7. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  10. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan

TradingView Chart - PBRX