Update: Kamis, 30 April 2026

IMJS

PT. Indomobil Multi Jasa Tbk.

Rp 193
-4.46%
Volume
168.179 lot
MA 5
192
MA 20
183
RSI
60.40
High
202
Low
187
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.25%
Support (10d)
183
Resistance (10d)
228
Volume Trend (10d)
+1.8%
Score
75
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
18.40 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16.202 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IMJS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.25%. Area support terdekat berada di sekitar Rp183, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp228.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 193 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 222 - 241 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 183 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle sebagai pola kelanjutan bullish, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Descending Triangle. Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle. Jika Ascending Triangle adalah pola bullish, maka Descending Triangle adalah pola bearish. Ia terbentuk di tengah tren turun dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan penurunannya. Pola ini sangat dicari oleh trader yang ingin mengambil posisi jual (short) karena memberikan sinyal jual yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Descending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Descending Triangle? Descending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis...

Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga

Dalam analisis teknikal saham, ada pola-pola yang bentuknya begitu unik sehingga mudah diingat meskipun jarang muncul. Salah satunya adalah pola Diamond yang dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai berlian atau belah ketupat. Pola Diamond Top dan Diamond Bottom termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern) yang cukup langka tetapi memiliki tingkat akurasi yang tinggi ketika muncul. Bentuknya yang khas membuat pola ini relatif mudah diidentifikasi setelah terbentuk, meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Diamond Top dan Diamond Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Diamond? Pola Diamond adalah pola pembalikan yang berbentuk seperti belah ketupat atau berlian. Pola ini terbentuk dari pergerakan harga yang awalnya melebar (membentuk segitiga...

Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

Dalam analisis teknikal modern, volume profile telah menjadi alat yang sangat populer untuk memahami di mana sebagian besar volume transaksi terjadi. Inti dari volume profile adalah Point of Control (POC)—level harga dengan volume perdagangan tertinggi dalam suatu periode. Namun, ada satu konsep lanjutan yang sering luput dari perhatian trader ritel, padahal sangat powerful: Naked Point of Control (Naked POC). Naked POC adalah POC yang saat ini "telanjang"—artinya, harga telah bergerak meninggalkannya dan tidak kembali menyentuh level tersebut dalam periode waktu yang signifikan. Level ini, yang dulunya merupakan zona kesepakatan tertinggi antara pembeli dan penjual, kini menjadi zona yang "menggoda". Ia akan bertindak sebagai magnet kuat yang akan menarik harga kembali, atau sebaliknya, menjadi zona penolakan yang sangat keras. Memahami Naked POC sama seperti mengetahui...

Artikel menarik lainnya:

  1. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  2. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  3. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  4. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  5. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  6. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  7. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  8. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  9. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  10. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar

TradingView Chart - IMJS