Update: Kamis, 30 April 2026

LPPF

PT. Matahari Department Store Tbk.

Rp 1.630
+1.24%
Volume
37.902 lot
MA 5
1.625
MA 20
1.840
RSI
27.19
High
1.660
Low
1.615
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.52%
Support (10d)
1.595
Resistance (10d)
1.980
Volume Trend (10d)
+118.4%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-11.89 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.433 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LPPF saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.595, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.980.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.980 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.178, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.595 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI dan Stochastic sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang cukup populer namun memiliki karakteristik unik: CCI (Commodity Channel Index). CCI dikembangkan oleh Donald Lambert pada tahun 1980. Meskipun namanya mengacu pada "Commodity", CCI sebenarnya dapat digunakan untuk menganalisis saham, indeks, forex, cryptocurrency, dan instrumen keuangan lainnya. Keunikan CCI adalah ia mengukur deviasi harga terhadap rata-rata statistiknya. CCI tidak terbatas pada rentang 0-100 seperti RSI atau Stochastic; ia dapat bergerak dari -300 hingga +300 atau bahkan lebih ekstrem. Ini membuat CCI sangat baik untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold ekstrem, awal tren baru, dan divergence. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CCI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi level +100 dan -100, pola crossover, zero line crossing,...

Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

Dalam perjalanan sebuah tren saham, ada kalanya pergerakan terasa begitu kuat, begitu cepat, dan begitu menggoda. Harga melesat naik dengan lompatan besar atau jatuh bebas tanpa ampun. Trader retail berlarian masuk karena takut ketinggalan. Namun, di sinilah bahaya sesungguhnya berada. Karena tidak semua lompatan harga adalah keberlanjutan. Beberapa di antaranya adalah Exhaustion Gap—celah terakhir yang dibuat oleh energi yang tersisa sebelum tren benar-benar mati. Exhaustion gap adalah sinyal peringatan paling akhir. Ia seperti nafas terakhir seorang pelari maraton sebelum akhirnya berhenti. Jika Anda bisa mengenalinya, Anda bisa keluar dari posisi tepat waktu atau bahkan membuka posisi berlawanan di titik yang hampir sempurna. Apa Itu Exhaustion Gap? Dalam analisis teknikal, gap (celah) adalah area kosong di chart di mana tidak ada aktivitas perdagangan terjadi. Harga...

Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas Fibonacci Retracement yang digunakan untuk mencari level pullback (koreksi) dalam sebuah tren. Namun, setelah harga menyelesaikan koreksi dan melanjutkan tren, pertanyaan selanjutnya muncul: Sampai di mana harga akan bergerak? Inilah saatnya Fibonacci Extension berperan. Jika retracement membantu Anda menjawab "di mana saya harus membeli?", maka extension membantu menjawab "di mana saya harus menjual?". Fibonacci Extension digunakan untuk memproyeksikan seberapa jauh harga akan bergerak setelah menembus titik tertinggi (dalam uptrend) atau titik terendah (dalam downtrend) sebelumnya. Level-level kuncinya adalah 127.2%, 161.8%, dan 261.8% – angka-angka yang mewakili rasio emas dan kelipatannya. Apa Itu Fibonacci Extension? Fibonacci Extension adalah alat untuk memprediksi target harga di luar swing terakhir. Ia memproyeksikan sejauh mana pergerakan harga berikutnya berdasarkan panjang pergerakan sebelumnya. Perbedaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  2. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  3. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  4. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  5. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  6. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  7. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  8. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  9. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  10. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

TradingView Chart - LPPF