Update: Kamis, 30 April 2026

INCO

PT. Vale Indonesia Tbk.

Rp 6.850
+0.37%
Volume
143.252 lot
MA 5
6.805
MA 20
6.486
RSI
73.33
High
7.000
Low
6.725
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
6.650
Resistance (10d)
7.200
Volume Trend (10d)
-19.2%
Score
70
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
13.69 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (73.3) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 67.296 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INCO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 73.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp6.650, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 6.987 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 7.535 - 7.878 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 6.371 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal

Di antara sekian banyak pola dalam analisis teknikal, ada beberapa yang tidak berasal dari candlestick Jepang, melainkan dari pengamatan perilaku harga modern. Salah satunya adalah Bump and Run Reversal (BARR). Pola ini pertama kali dipopulerkan oleh analis teknikal Thomas Bulkowski dan berbeda dari kebanyakan pola karena berfokus pada kemiringan tren serta perubahan sudut pergerakan harga. BARR adalah pola pembalikan (reversal) yang bisa terjadi di puncak uptrend (bearish reversal) maupun di dasar downtrend (bullish reversal). Artikel ini akan fokus pada versi reversal-nya, bukan versi continuation. Karakteristik Pola Bump and Run Reversal BARR adalah pola yang terbentuk dari serangkaian pergerakan harga dengan tiga fase utama. Nama "Bump and Run" menggambarkan proses di mana harga "menabrak" (bump) keluar dari tren yang mapan, kemudian "berlari" (run) kembali ke...

Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menentukan di mana letak support dan resistance yang sebenarnya. Banyak trader menggunakan level psikologis (1000, 5000), Fibonacci, atau pivot point. Namun, ada pendekatan yang lebih sederhana dan murni berdasarkan struktur harga itu sendiri: Fractals. Dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader dan analis terkenal, Fractals adalah pola lima batang candlestick (atau bar) yang mengidentifikasi titik-titik pembalikan potensial di pasar. Konsep ini terinspirasi dari matematika fraktal — pola yang berulang pada berbagai skala. Dalam pasar keuangan, fractal berarti bahwa pola yang sama yang terjadi pada grafik 5 menit juga dapat terjadi pada grafik harian atau mingguan. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi support dan resistance secara objektif (tanpa subjektivitas), Fractals adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Fractals (Fraktal) Fractals...

Artikel menarik lainnya:

  1. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  2. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  3. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  4. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  5. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  6. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  7. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  8. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  9. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  10. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

TradingView Chart - INCO