Update: Kamis, 30 April 2026

INPP

PT. Indonesian Paradise Property Tbk.

Rp 800
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
797
MA 20
790
RSI
54.55
High
-
Low
-
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
800
Volume Trend (10d)
+159.0%
Score
80
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
1.91 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator bersifat lagging (terlambat) — mereka memberi tahu Anda apa yang sudah terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Moving average, RSI, MACD, semuanya menghitung data historis. Tapi bagaimana jika ada indikator yang mencoba memprediksi harga di masa depan? Time Series Forecast adalah salah satu dari sedikit indikator yang bersifat leading (memimpin). Dikembangkan oleh analis teknikal terkenal, indikator ini menggunakan analisis regresi linier untuk memproyeksikan harga masa depan berdasarkan tren historis. Hasilnya adalah garis yang "meramalkan" di mana harga kemungkinan akan berada dalam beberapa periode ke depan. Bagi trader yang ingin mendapatkan gambaran tentang arah harga jangka pendek hingga menengah, Time Series Forecast adalah alat yang unik dan menarik. Karakteristik Time Series Forecast Time Series Forecast adalah indikator yang menghitung...

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang dinamai sesuai dengan hewan buas yang dikenal dengan kesabarannya dalam berburu – Alligator (Buaya). Indikator ini dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader legendaris yang juga menciptakan indikator lain seperti Awesome Oscillator dan Fractals. Alligator adalah indikator yang dirancang untuk membantu trader mengidentifikasi apakah pasar sedang "tidur" (sideways/ konsolidasi) atau "bangun" (trending/ bergerak). Konsepnya sederhana: seekor buaya yang tidur (garis-garis menyempit) akan segera bangun dan membuka mulutnya lebar-lebar (garis-garis melebar) untuk berburu korbannya – dalam hal ini, pergerakan harga yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Alligator, mulai dari filosofi di baliknya, komponen garis-garis, cara membaca fase tidur dan bangun, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Indikator Alligator? Alligator adalah indikator teknikal yang terdiri...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  2. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  3. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  4. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  5. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  6. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  7. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  8. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  9. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  10. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut

TradingView Chart - INPP