Update: Kamis, 30 April 2026

INET

PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

Rp 298
-3.87%
Volume
2.148.069 lot
MA 5
308
MA 20
308
RSI
53.85
High
310
Low
286
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.32%
Support (10d)
286
Resistance (10d)
360
Volume Trend (10d)
-14.1%
Score
25
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
12.88 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -785 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INET saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp286, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 272 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham

Dalam dunia analisis teknikal yang terus berkembang, sebagian trader tidak hanya mengandalkan indikator konvensional seperti RSI atau MACD, tetapi juga melihat faktor-faktor eksternal yang diyakini mempengaruhi perilaku pasar. Salah satu pendekatan yang paling kontroversial sekaligus menarik adalah Lunar Cycle Pattern atau pola siklus bulan. Pola ini berakar pada keyakinan bahwa fase bulan—khususnya new moon (bulan baru) dan full moon (bulan purnama)—dapat memengaruhi emosi dan perilaku investor, yang pada gilirannya tercermin dalam pergerakan harga saham. Gagasan ini termasuk dalam ranah analisis yang lebih luas yang mempelajari hubungan antara benda langit dan pasar keuangan. Karakteristik Lunar Cycle Pattern Siklus bulan memiliki durasi sekitar 29,53 hari dari satu new moon ke new moon berikutnya. Dalam setiap siklusnya, terdapat beberapa fase utama: new moon (bulan baru), first quarter...

Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan

Dalam analisis teknikal saham, ada beberapa pola yang sangat mudah dikenali bahkan oleh trader pemula sekalipun. Salah satunya adalah Double Top. Pola ini dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai dua puncak (top) dengan ketinggian yang kurang lebih sama, seperti dua gunung kembar. Double Top adalah salah satu pola pembalikan bearish (bearish reversal) yang paling terkenal dan paling dapat diandalkan. Pola ini menandakan bahwa tren naik telah kehabisan tenaga dan harga akan berbalik arah menjadi tren turun. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Double Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Double Top? Double Top adalah pola pembalikan bearish yang terbentuk di akhir tren naik (uptrend). Pola ini terdiri dari dua puncak dengan ketinggian...

Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas Fibonacci Retracement yang digunakan untuk mencari level pullback (koreksi) dalam sebuah tren. Namun, setelah harga menyelesaikan koreksi dan melanjutkan tren, pertanyaan selanjutnya muncul: Sampai di mana harga akan bergerak? Inilah saatnya Fibonacci Extension berperan. Jika retracement membantu Anda menjawab "di mana saya harus membeli?", maka extension membantu menjawab "di mana saya harus menjual?". Fibonacci Extension digunakan untuk memproyeksikan seberapa jauh harga akan bergerak setelah menembus titik tertinggi (dalam uptrend) atau titik terendah (dalam downtrend) sebelumnya. Level-level kuncinya adalah 127.2%, 161.8%, dan 261.8% – angka-angka yang mewakili rasio emas dan kelipatannya. Apa Itu Fibonacci Extension? Fibonacci Extension adalah alat untuk memprediksi target harga di luar swing terakhir. Ia memproyeksikan sejauh mana pergerakan harga berikutnya berdasarkan panjang pergerakan sebelumnya. Perbedaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  2. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  3. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  4. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  5. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  6. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  7. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  8. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  9. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  10. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish

TradingView Chart - INET