Update: Kamis, 30 April 2026

SINI

PT. Singaraja Putra Tbk.

Rp 13.000
-7.14%
Volume
18.546 lot
MA 5
14.135
MA 20
14.490
RSI
47.07
High
13.475
Low
13.000
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.11%
Support (10d)
13.000
Resistance (10d)
18.500
Volume Trend (10d)
+154.5%
Score
50
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
15.04 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SINI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.11%. Area support terdekat berada di sekitar Rp13.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp18.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 13.000, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang paling sederhana, paling populer, dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia: Moving Average (Rata-rata Bergerak). Moving Average adalah indikator yang menghaluskan data harga dengan menciptakan garis yang mengikuti pergerakan harga. Ia membantu trader melihat arah tren, mengidentifikasi level support dan resistance dinamis, serta menghasilkan sinyal beli dan jual. Namun, tidak semua moving average diciptakan sama. Ada beberapa jenis moving average dengan karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda: SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keempat jenis moving average tersebut, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, hingga strategi penggunaannya dalam trading saham. Apa Itu Moving Average?...

Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart

Sebagian besar trader saham hanya melihat candlestick biasa: sebuah batang dengan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan. Namun, di era pasar modern, para pelaku profesional menggunakan alat yang jauh lebih detail. Alat itu bernama Footprint Chart. Footprint memungkinkan Anda melihat apa yang terjadi di dalam sebuah candlestick. Anda bisa melihat secara persis berapa banyak volume yang terjadi di setiap level harga, serta apakah transaksi tersebut didorong oleh pembeli agresif (ask) atau penjual agresif (bid). Dengan footprint, Anda tidak lagi bertanya, "Apakah candle ini hijau atau merah?". Anda akan bertanya, "Siapa yang sebenarnya mengendalikan setiap level harga di candle ini?". Apa Itu Footprint Chart? Footprint adalah representasi data order flow yang menampilkan volume transaksi untuk setiap harga dalam satu periode (misalnya satu candlestick 5 menit)....

Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD

Dalam analisis teknikal saham, pola AB=CD adalah fondasi dari semua pola harmonic. Namun, tidak semua pergerakan harga membentuk simetri sempurna dengan AB sama persis dengan CD. Di sinilah pola Alternate AB=CD berperan. Alternate AB=CD (atau sering disebut "Alternate AB=CD") adalah pengembangan dari pola AB=CD klasik di mana panjang CD tidak sama dengan AB, melainkan memiliki rasio Fibonacci tertentu terhadap AB – biasanya 1.272, 1.618, 2.000, atau 2.240. Pola ini sangat penting dipahami karena lebih sering terjadi di pasar nyata dibandingkan AB=CD sempurna. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Alternate AB=CD (baik bullish maupun bearish), mulai dari karakteristik, berbagai variasi rasio, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Alternate AB=CD? Alternate AB=CD adalah pola harmonic yang terdiri dari empat titik (A,...

Artikel menarik lainnya:

  1. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  2. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  3. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  4. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  5. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  6. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  7. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  8. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  9. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  10. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

TradingView Chart - SINI