Update: Kamis, 30 April 2026

IRRA

PT. Itama Ranoraya Tbk.

Rp 386
-1.53%
Volume
6.262 lot
MA 5
392
MA 20
394
RSI
40.91
High
390
Low
384
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.95%
Support (10d)
384
Resistance (10d)
408
Volume Trend (10d)
+10.5%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-1.03 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.234 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IRRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp384, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp408.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 384, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

Setiap trader pasti pernah mengalami momen frustasi: harga menyentuh level tertinggi dalam sebulan, Anda yakin akan breakout, lalu tiba-tiba harga berbalik tajam dan menjebak Anda. Atau sebaliknya, harga mencapai level terendah, Anda panic sell, lalu esoknya melonjak naik. Apa yang luput dari perhatian Anda? Jawabannya adalah Market Delta. Market Delta bukan sekadar indikator biasa. Dia adalah jendela untuk melihat niat sebenarnya dari pelaku pasar di level-level kritis. Ketika harga mencapai level tinggi atau rendah yang signifikan, Market Delta bisa menunjukkan apakah level tersebut akan bertahan atau justru menjadi titik balik. Mengenal Kembali Konsep Dasar Market Delta Sebelum membahas pola reversal, mari kita pahami dulu inti dari Market Delta. Market Delta adalah representasi dari Volume Delta yang diakumulasi dalam periode waktu tertentu. Volume Delta sendiri...

Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berfokus pada harga, volume, atau momentum. Namun, ada pendekatan lain yang tidak melihat data pasar sama sekali — melainkan melihat kalender. Pendekatan ini disebut Seasonal Pattern atau pola musiman, yang mempelajari kecenderungan pasar pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, bulan, atau bahkan hari. Pola musiman berakar pada keyakinan bahwa perilaku investor tidak sepenuhnya rasional. Faktor-faktor seperti liburan, bonus akhir tahun, hari besar keagamaan, dan perubahan musim dapat memengaruhi sentimen kolektif dan keputusan investasi. Bagi trader yang memahami pola ini, musim dapat memberikan "edge" statistik yang berharga. Karakteristik Seasonal Pattern Seasonal Pattern adalah studi tentang kinerja historis pasar pada periode-periode tertentu yang berulang setiap tahun. Pola ini dapat bersifat global, regional, atau bahkan spesifik untuk satu negara. Jenis-jenis Seasonal Pattern:...

Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai

Dalam analisis teknikal saham, pola harmonic memiliki berbagai bentuk yang kompleks – Gartley, Bat, Butterfly, Crab, dan seterusnya. Namun, di balik semua kompleksitas itu, terdapat satu pola yang menjadi fondasi dari semua pola harmonic lainnya: pola AB=CD. AB=CD adalah pola harmonic yang paling sederhana dan paling mendasar. Ia merupakan "batu bata" pembangun dari pola-pola harmonic yang lebih kompleks. Seorang trader harmonic pemula wajib menguasai pola AB=CD sebelum mempelajari pola lainnya. Pola ini dinamakan AB=CD karena memiliki dua kaki (leg) yang panjangnya sama: dari A ke B dan dari C ke D, dengan hubungan Fibonacci yang spesifik di antara mereka. Pola ini mengajarkan konsep dasar tentang simetri dan rasio Fibonacci dalam pergerakan harga. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola AB=CD (baik bullish maupun...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  2. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  4. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  5. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  6. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  7. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  8. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  9. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  10. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

TradingView Chart - IRRA