Update: Kamis, 30 April 2026

ISSP

PT. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.

Rp 438
-3.95%
Volume
16.603 lot
MA 5
458
MA 20
478
RSI
13.89
High
456
Low
438
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.16%
Support (10d)
438
Resistance (10d)
492
Volume Trend (10d)
+103.6%
Score
45
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-10.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (13.9) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.887 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISSP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 13.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp438, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp492.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 438, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator bersifat lagging (terlambat) — mereka memberi tahu Anda apa yang sudah terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Moving average, RSI, MACD, semuanya menghitung data historis. Tapi bagaimana jika ada indikator yang mencoba memprediksi harga di masa depan? Time Series Forecast adalah salah satu dari sedikit indikator yang bersifat leading (memimpin). Dikembangkan oleh analis teknikal terkenal, indikator ini menggunakan analisis regresi linier untuk memproyeksikan harga masa depan berdasarkan tren historis. Hasilnya adalah garis yang "meramalkan" di mana harga kemungkinan akan berada dalam beberapa periode ke depan. Bagi trader yang ingin mendapatkan gambaran tentang arah harga jangka pendek hingga menengah, Time Series Forecast adalah alat yang unik dan menarik. Karakteristik Time Series Forecast Time Series Forecast adalah indikator yang menghitung...

Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory

Dalam analisis teknikal saham, ada sebuah teori yang cukup terkenal dan telah digunakan selama hampir satu abad untuk memahami pergerakan harga: Elliott Wave Theory. Di jantung teori ini terdapat konsep tentang Impulse Wave – lima gelombang yang bergerak searah dengan tren utama. Impulse Wave adalah fondasi dari semua pergerakan harga. Memahami struktur lima gelombang ini akan membantu Anda mengenali kapan pasar sedang dalam fase tren yang sehat, di mana titik entry yang baik, dan di mana kemungkinan pembalikan akan terjadi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Impulse Wave (gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5), mulai dari karakteristik setiap gelombang, aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, psikologi di baliknya, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Impulse Wave? Dalam Elliott Wave Theory, pergerakan harga...

Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Di dunia trading, tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan realitas yang sebenarnya. Di bawah buku pesanan (order book) yang tampak biasa, seringkali tersembunyi niat besar para pemain institusional. Mereka tidak ingin ketahuan. Mereka menyembunyikan pesanan besar mereka di balik "gunung es" – hanya ujung kecil yang terlihat, sementara massa utamanya tersembunyi di bawah permukaan. Dalam analisis teknikal, fenomena ini meninggalkan jejak yang disebut Iceberg Pattern. Meskipun pola ini lebih dikenal dalam analisis order flow (DOM) dan tape reading, jejaknya dapat dikenali di chart harga standar jika Anda tahu apa yang harus dicari. Apa Itu Iceberg Pattern? Iceberg Pattern adalah pola harga dan volume yang mengindikasikan adanya pesanan besar yang tersembunyi (hidden order) dari pemain institusional. Nama "iceberg" diambil dari fenomena gunung es: hanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  2. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  3. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  4. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  5. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  6. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  7. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  8. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  9. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  10. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem

TradingView Chart - ISSP