Update: Kamis, 30 April 2026

KMDS

PT. Kurniamitra Duta Sentosa Tbk.

Rp 565
-5.04%
Volume
6.861 lot
MA 5
589
MA 20
590
RSI
39.29
High
595
Low
545
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.79%
Support (10d)
540
Resistance (10d)
645
Volume Trend (10d)
+194.0%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-8.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 253 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KMDS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp540, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp645.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 540, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna

Dalam analisis teknikal saham, ada pola yang bentuknya begitu simetris dan indah secara visual sehingga mudah dikenali meskipun jarang muncul. Pola itu adalah Three Drives – pola harmonic yang terdiri dari tiga dorongan (drives) harga yang simetris, membentuk huruf "E" atau "3" yang melebar. Three Drives adalah salah satu pola harmonic tertua dan paling sederhana. Pola ini pertama kali dipopulerkan oleh H.M. Gartley dalam bukunya "Profits in the Stock Market" (1935) sebagai bagian dari filosofi "Three Drives to a Top" atau "Three Drives to a Bottom". Pola ini didasarkan pada teori Dow bahwa pasar bergerak dalam tiga dorongan (three drives) sebelum berbalik arah. Keindahan pola Three Drives terletak pada kesederhanaannya: pola ini hanya membutuhkan tiga titik ekstrem yang simetris (A, C, E) dan dua...

The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support

Dalam analisis teknikal, terutama dalam metodologi Wyckoff, terdapat sebuah pola yang sangat kuat untuk mengidentifikasi bahwa suatu level support benar-benar kuat dan akan bertahan. Pola ini disebut The Spring Pattern (atau hanya "Spring"). Spring adalah pergerakan harga yang turun sejenak di bawah level support yang tampak jelas—menciptakan kepanikan di antara trader yang berpikir bahwa support telah ditembus—hanya untuk segera berbalik arah dan naik tajam kembali di atas level support tersebut. Nama "Spring" diambil dari analogi pegas yang ditekan ke bawah lalu melompat ke atas dengan kekuatan lebih besar. Bagi trader yang memahami pola ini, Spring adalah kesempatan emas untuk membeli di area support yang sudah teruji, seringkali dengan stop loss yang sangat dekat. Karakteristik The Spring Pattern The Spring Pattern adalah pola reversal bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  2. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  3. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  4. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  5. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  6. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  7. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  8. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  9. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  10. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break

TradingView Chart - KMDS