Update: Kamis, 30 April 2026

MDKA

PT. Merdeka Copper Gold Tbk.

Rp 3.230
-5.00%
Volume
541.401 lot
MA 5
3.380
MA 20
3.311
RSI
50.65
High
3.440
Low
3.150
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.34%
Support (10d)
3.150
Resistance (10d)
3.540
Volume Trend (10d)
+1.5%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-4.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.971 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MDKA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.34%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.540.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 3.540 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 3.894, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 3.150 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah cerminan dari antusiasme dan partisipasi pelaku pasar. Ketika tren sedang berlangsung kuat, volume cenderung tinggi atau setidaknya konsisten. Namun, ada kondisi di mana volume mulai mengecil secara bertahap di akhir sebuah tren—baik tren naik maupun tren turun. Kondisi ini dikenal sebagai Ending Volume atau Volume Contraction. Ending volume adalah sinyal bahwa tren sedang kehilangan "bahan bakar". Semakin sedikit partisipasi, semakin lemah momentum. Ketika volume terus menurun sementara harga masih bergerak dalam satu arah, itu adalah peringatan bahwa tren tidak lagi didukung oleh keyakinan yang kuat—dan koreksi atau pembalikan mungkin sudah dekat. Karakteristik Ending Volume Ending volume adalah pola di mana volume perdagangan menurun secara bertahap dalam beberapa periode terakhir dari sebuah tren, sementara harga masih bergerak dalam arah yang...

Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna

Dalam analisis teknikal saham, ada pola yang bentuknya begitu simetris dan indah secara visual sehingga mudah dikenali meskipun jarang muncul. Pola itu adalah Three Drives – pola harmonic yang terdiri dari tiga dorongan (drives) harga yang simetris, membentuk huruf "E" atau "3" yang melebar. Three Drives adalah salah satu pola harmonic tertua dan paling sederhana. Pola ini pertama kali dipopulerkan oleh H.M. Gartley dalam bukunya "Profits in the Stock Market" (1935) sebagai bagian dari filosofi "Three Drives to a Top" atau "Three Drives to a Bottom". Pola ini didasarkan pada teori Dow bahwa pasar bergerak dalam tiga dorongan (three drives) sebelum berbalik arah. Keindahan pola Three Drives terletak pada kesederhanaannya: pola ini hanya membutuhkan tiga titik ekstrem yang simetris (A, C, E) dan dua...

Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang sangat unik karena tidak berupa garis seperti moving average, melainkan berupa titik-titik (dots) yang muncul di sekitar harga. Indikator itu adalah Parabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse). Parabolic SAR dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan ADX. Indikator ini dirancang untuk membantu trader menentukan arah tren saat ini, level stop loss yang ideal, serta potensi titik balik (reversal) harga. Nama "Parabolic" berasal dari bentuk parabolik yang dihasilkan oleh titik-titik SAR ketika diplot pada chart, sementara "SAR" adalah singkatan dari Stop and Reverse – karena indikator ini memberi sinyal kapan harus menghentikan posisi (stop) dan membalik arah (reverse). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Parabolic SAR, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, interpretasi titik-titik...

Artikel menarik lainnya:

  1. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  2. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  3. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  4. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  5. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  6. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  7. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  8. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  9. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  10. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan

TradingView Chart - MDKA