Update: Kamis, 30 April 2026

LAJU

PT. Jasa Berdikari Logistics Tbk.

Rp 81
-1.22%
Volume
205.343 lot
MA 5
80
MA 20
82
RSI
45.45
High
83
Low
79
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.68%
Support (10d)
76
Resistance (10d)
91
Volume Trend (10d)
-35.4%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-1.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 909 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LAJU saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp76, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp91.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 91 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 100, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 76 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga, dan banyak pula yang berfokus pada volume. Namun, bagaimana dengan hubungan antara keduanya? Apakah harga naik didukung oleh volume yang kuat, atau hanya kenaikan tipis tanpa partisipasi pasar? Market Facilitation Index (MFI) , yang dikembangkan oleh Bill Williams (sosok yang sama di balik Alligator, Gator Oscillator, dan Fractals), menjawab pertanyaan ini. MFI mengukur seberapa mudah harga bergerak dalam satu periode — dengan kata lain, seberapa besar perubahan harga yang terjadi untuk setiap unit volume yang diperdagangkan. Bagi trader yang ingin memahami kualitas pergerakan harga (apakah didukung oleh volume atau tidak), MFI adalah alat yang unik dan sangat berharga. Karakteristik Market Facilitation Index (MFI) MFI adalah indikator yang menghitung selisih antara harga tertinggi (high) dan harga terendah...

Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Dalam analisis teknikal, kebanyakan trader percaya bahwa volume besar harus diikuti pergerakan harga yang besar. Jika volume membeludak, seharusnya harga naik atau turun secara signifikan. Namun, ada satu fenomena yang membalik logika ini: Absorption. Absorption adalah kondisi di mana terjadi volume yang sangat besar, tetapi harga hampir tidak bergerak. Ini adalah salah satu sinyal paling kuat dalam analisis teknikal lanjutan, khususnya dalam VSA (Volume Spread Analysis) dan order flow trading. Absorption mengindikasikan bahwa pemain besar (smart money) sedang aktif — mereka menyerap semua order yang masuk tanpa membiarkan harga bergerak. Apa Itu Absorption? Absorption adalah situasi di mana volume perdagangan sangat tinggi, tetapi spread (rentang harga high-low) sangat sempit dan harga penutupan (close) berada di tengah-tengah range atau tidak menunjukkan pergerakan berarti. Filosofi dasar...

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  2. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  3. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  4. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  5. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  6. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  7. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  8. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  9. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  10. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

TradingView Chart - LAJU