Update: Kamis, 30 April 2026

SAME

PT. Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

Rp 332
-2.92%
Volume
2.283 lot
MA 5
339
MA 20
340
RSI
53.33
High
340
Low
332
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.35%
Support (10d)
332
Resistance (10d)
356
Volume Trend (10d)
-12.0%
Score
20
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-5.14 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -382 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SAME saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp332, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp356.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 315 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish

Dalam analisis teknikal candlestick, tidak semua pola pembalikan berasal dari tren naik yang kemudian turun drastis. Salah satu pola yang paling menarik dan sering diabaikan adalah Dark Cloud Cover. Pola dua candlestick ini mendapat namanya dari metafora "awan gelap" yang menutupi langit cerah—persis seperti yang terjadi di pasar saham saat optimisme berubah menjadi pesimisme. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Dark Cloud Cover, bagaimana mengidentifikasinya, psikologi di balik pola ini, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Dark Cloud Cover? Dark Cloud Cover adalah pola pembalikan bearish (penurunan) yang terbentuk di puncak tren naik (uptrend). Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan karakteristik spesifik: Candlestick pertama: Bullish (hijau/putih) dengan tubuh panjang. Ini menunjukkan bahwa pembeli masih mendominasi pasar. Candlestick kedua:...

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  2. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  3. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  4. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  5. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  6. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  7. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  8. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  9. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  10. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi

TradingView Chart - SAME