Update: Kamis, 30 April 2026

MCOL

PT. Prima Andalan Mandiri Tbk.

Rp 3.990
+0.25%
Volume
267 lot
MA 5
4.006
MA 20
4.077
RSI
44.78
High
4.010
Low
3.950
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.22%
Support (10d)
3.950
Resistance (10d)
4.200
Volume Trend (10d)
-28.7%
Score
10
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
1.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -113 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MCOL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.950, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 3.753 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga, dan banyak pula yang berfokus pada volume. Namun, bagaimana dengan hubungan antara keduanya? Apakah harga naik didukung oleh volume yang kuat, atau hanya kenaikan tipis tanpa partisipasi pasar? Market Facilitation Index (MFI) , yang dikembangkan oleh Bill Williams (sosok yang sama di balik Alligator, Gator Oscillator, dan Fractals), menjawab pertanyaan ini. MFI mengukur seberapa mudah harga bergerak dalam satu periode — dengan kata lain, seberapa besar perubahan harga yang terjadi untuk setiap unit volume yang diperdagangkan. Bagi trader yang ingin memahami kualitas pergerakan harga (apakah didukung oleh volume atau tidak), MFI adalah alat yang unik dan sangat berharga. Karakteristik Market Facilitation Index (MFI) MFI adalah indikator yang menghitung selisih antara harga tertinggi (high) dan harga terendah...

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola candlestick dua hari yang terlihat seperti "kebangkitan" adalah sinyal pembalikan. Salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula adalah Thrusting Pattern. Banyak trader melihat lilin kedua yang bergerak melawan arah tren dan langsung menganggap itu sebagai sinyal pembalikan. Padahal, Thrusting Pattern justru sering kali merupakan sinyal kelanjutan tren (continuation pattern) , bukan pembalikan. Kesalahan interpretasi ini bisa berakibat fatal pada hasil trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi Thrusting Pattern (bullish dan bearish), karakteristiknya, mengapa pola ini justru menunjukkan kelanjutan tren, serta cara membedakannya dengan pola pembalikan seperti Piercing Line dan On-Neck Line. Apa Itu Thrusting Pattern? Thrusting Pattern adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin. Secara visual, pola ini sangat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  2. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  4. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  5. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  6. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  7. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  8. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  9. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  10. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

TradingView Chart - MCOL