Update: Kamis, 30 April 2026

BACA

PT. Bank Capital Indonesia Tbk.

Rp 137
-0.72%
Volume
12.014 lot
MA 5
138
MA 20
137
RSI
62.07
High
138
Low
134
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.13%
Support (10d)
134
Resistance (10d)
158
Volume Trend (10d)
+1.3%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BACA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp134, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp158.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 134, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, ada pola yang begitu mengancam dan mudah dikenali seperti Three White Soldiers, tetapi dalam versi bearish. Pola itu adalah Three Black Crows (Tiga Gagak Hitam). Namanya saja sudah menggambarkan kegelapan—tiga candle bearish panjang berbaris seperti tiga gagak hitam yang terbang di langit suram, menandakan bahwa musim dingin pasar akan segera datang. Jika Three White Soldiers adalah mimpi indah bagi para pembeli, maka Three Black Crows adalah mimpi buruk. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Three Black Crows, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, variasi pola, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Three Black Crows? Three Black Crows adalah pola tiga candlestick bearish yang terdiri dari tiga candle bearish panjang (black candles) yang muncul secara berurutan....

Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader akrab dengan pola segitiga (triangle) yang meruncing. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melakukan kebalikannya: melebar seiring waktu. Salah satu pola yang paling penting untuk dipahami, terutama bagi mereka yang ingin menghindari jebakan di puncak pasar, adalah Rising Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke atas). Pola ini adalah cerminan dari meningkatnya ketidakpastian dan perdebatan sengit di tengah tren naik, yang pada akhirnya berakhir dengan kehancuran bullish dan pembalikan bearish. Karakteristik Rising Broadening Wedge Rising Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kecenderungan sama-sama mengarah ke atas. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, dengan amplitudo ayunan yang semakin besar,...

Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola pembalikan terbentuk secara tajam dan drastis. Namun, ada satu pola yang sangat berbeda: ia terbentuk secara perlahan, bertahap, dan sering kali tidak disadari oleh banyak trader. Pola itu adalah Rounding Top, yang juga dikenal sebagai Dome atau Inverse Saucer. Rounding Top adalah pola yang menggambarkan perubahan psikologi pasar secara gradual, dari euphoria menjadi apatis, lalu menjadi pesimisme. Tidak seperti Double Top atau Head and Shoulders yang terbentuk dengan gerakan harga yang jelas naik-turun, Rounding Top membentuk kurva yang melengkung halus seperti kubah atau setengah lingkaran. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rounding Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Rounding Top? Rounding Top adalah pola pembalikan...

Artikel menarik lainnya:

  1. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  2. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  3. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  4. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  5. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  6. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  7. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  8. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

TradingView Chart - BACA