Update: Kamis, 30 April 2026

MGLV

PT. Panca Anugrah Wisesa Tbk.

Rp 8.500
-2.02%
Volume
5.759 lot
MA 5
8.020
MA 20
6.497
RSI
82.61
High
8.900
Low
7.825
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.81%
Support (10d)
5.800
Resistance (10d)
9.175
Volume Trend (10d)
+46.9%
Score
55
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
130.98 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (82.6) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -214 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MGLV saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 82.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.800, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp9.175.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 9.175 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 10.093, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 5.800 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal

Di antara sekian banyak pola dalam analisis teknikal, ada beberapa yang tidak berasal dari candlestick Jepang, melainkan dari pengamatan perilaku harga modern. Salah satunya adalah Bump and Run Reversal (BARR). Pola ini pertama kali dipopulerkan oleh analis teknikal Thomas Bulkowski dan berbeda dari kebanyakan pola karena berfokus pada kemiringan tren serta perubahan sudut pergerakan harga. BARR adalah pola pembalikan (reversal) yang bisa terjadi di puncak uptrend (bearish reversal) maupun di dasar downtrend (bullish reversal). Artikel ini akan fokus pada versi reversal-nya, bukan versi continuation. Karakteristik Pola Bump and Run Reversal BARR adalah pola yang terbentuk dari serangkaian pergerakan harga dengan tiga fase utama. Nama "Bump and Run" menggambarkan proses di mana harga "menabrak" (bump) keluar dari tren yang mapan, kemudian "berlari" (run) kembali ke...

The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada pola reversal. Namun, dalam perjalanan sebuah tren, yang lebih sering terjadi bukanlah pembalikan, melainkan jeda atau koreksi singkat sebelum tren melanjutkan pergerakannya. The Kickback Pattern adalah pola yang menangkap momen ini: ketika harga bergerak cepat ke satu arah, lalu "berhenti" atau mundur sedikit (kickback), sebelum akhirnya melanjutkan tren dengan kekuatan penuh. Pola ini sangat berguna bagi trader yang ingin masuk ke dalam tren yang sudah berjalan, memanfaatkan koreksi kecil sebagai "kesempatan kedua" untuk bergabung sebelum pergerakan berikutnya. Karakteristik The Kickback Pattern The Kickback Pattern adalah pola continuation yang terdiri dari dua fase utama: pergerakan impulsif (kick) diikuti oleh koreksi kecil (back) yang gagal membalikkan tren. Pola ini dapat terjadi dalam uptrend maupun downtrend. Ciri-ciri spesifiknya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  2. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  3. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  4. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  5. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  6. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  7. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  8. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  9. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  10. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

TradingView Chart - MGLV