Update: Kamis, 30 April 2026

MORA

PT. Mora Telematika Indonesia Tbk.

Rp 4.710
-0.84%
Volume
5.958 lot
MA 5
4.931
MA 20
4.960
RSI
49.84
High
4.750
Low
4.500
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.84%
Support (10d)
4.500
Resistance (10d)
6.300
Volume Trend (10d)
-17.9%
Score
40
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-10.29 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (49.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 443 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MORA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 49.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 4.500, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar trader akrab dengan pola-pola harmonic klasik seperti Gartley, Butterfly, atau Crab. Namun, ada satu pola harmonic yang lebih jarang dibahas namun memiliki tingkat akurasi yang mengesankan: White Swan (Angsa Putih). Pola ini adalah varian bearish dari keluarga pola harmonic yang mengandalkan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan. Dinamakan "White Swan" karena bentuknya yang menyerupai leher angsa yang anggun sebelum akhirnya "menukik" ke bawah. Bagi trader yang memahami pola ini, White Swan dapat menjadi alat yang andal untuk mendeteksi puncak pasar dan mempersiapkan posisi short. Karakteristik White Swan (Bearish Harmonic Pattern) White Swan adalah pola harmonic bearish yang terbentuk dari empat swing point (titik ayunan) pada grafik harga, diberi label X, A, B, C, dan D (di mana D...

Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga penutupan (close) — mengabaikan apa yang terjadi di dalam periode perdagangan itu sendiri. Padahal, sebuah candlestick dengan badan panjang (jauh antara open dan close) memberikan informasi yang sangat berbeda dibandingkan candlestick dengan badan pendek, meskipun harga penutupannya sama. Di sinilah Qstick berperan. Dikembangkan oleh Tushar Chande, tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator (CMO) dan banyak inovasi lainnya, Qstick adalah indikator yang menghitung selisih antara harga pembukaan dan harga penutupan yang dirata-ratakan selama periode tertentu. Hasilnya adalah ukuran yang lebih akurat tentang siapa yang benar-benar mengendalikan pasar — pembeli atau penjual — berdasarkan apa yang terjadi di dalam setiap candle. Karakteristik Qstick Qstick adalah indikator osilator yang mengukur selisih (open - close) atau (close - open)...

Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley sebagai "induk" dari pola harmonic, kini saatnya mengenal salah satu turunannya yang paling populer: pola Bat. Pola Bat ditemukan dan dipopulerkan oleh Scott Carney, seorang ahli pola harmonic. Pola ini merupakan penyempurnaan dari pola Gartley dengan rasio Fibonacci yang berbeda. Dinamakan "Bat" (kelelawar) karena bentuknya yang menyerupai kelelawar dengan sayap terbentang. Pola Bat dianggap sebagai salah satu pola harmonic yang paling akurat karena titik pembalikannya (titik D) berada di level Fibonacci 88.6% dari XA, yang sering kali merupakan level reversal yang sangat kuat. Pola ini cukup populer di kalangan trader harmonic karena memberikan rasio risk-reward yang sangat menarik. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Bat (baik bullish maupun bearish), mulai dari karakteristik, rasio Fibonacci...

Artikel menarik lainnya:

  1. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  2. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  3. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  4. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  5. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  6. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  7. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  8. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  9. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  10. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

TradingView Chart - MORA