Update: Kamis, 30 April 2026

NASI

PT. Wahana Inti Makmur Tbk.

Rp 153
-0.65%
Volume
80.355 lot
MA 5
153
MA 20
154
RSI
53.33
High
165
Low
151
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.08%
Support (10d)
151
Resistance (10d)
173
Volume Trend (10d)
+68.1%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
1.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.786 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NASI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp151, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp173.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 143 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?

Dalam analisis teknikal, sebagian besar alat Fibonacci berfokus pada harga – di level mana support dan resistance berada, di mana target profit, di mana titik entry. Namun, ada satu alat Fibonacci yang berfokus pada aspek yang sama sekali berbeda: waktu. Alat itu adalah Fibonacci Time Zone. Jika retracement dan extension menjawab pertanyaan "di mana", maka Time Zone menjawab pertanyaan "kapan". Kapan harga kemungkinan akan berbalik arah? Kapan momentum penting kemungkinan akan terjadi? Fibonacci Time Zone didasarkan pada keyakinan bahwa waktu antar pergerakan harga yang signifikan cenderung mengikuti rasio Fibonacci. Meskipun tidak sepopuler retracement atau extension, alat ini memiliki basis pengguna yang loyal di kalangan trader yang percaya bahwa waktu adalah siklus, dan siklus dapat diprediksi. Apa Itu Fibonacci Time Zone? Fibonacci Time Zone adalah...

Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar

Di antara berbagai jenis chart yang digunakan dalam analisis teknikal, sebagian besar berfokus pada harga dan waktu. Namun, ada beberapa chart "kuno" dari Jepang yang memiliki pendekatan sangat berbeda. Salah satunya adalah Kagi Chart. Berasal dari Jepang pada era perdagangan beras di abad ke-19, Kagi Chart (kadang disebut "hook chart") adalah saudara dari Renko Chart dan Point & Figure Chart. Namun, Kagi memiliki keunikan tersendiri: ia menggunakan ketebalan garis untuk menyampaikan informasi tentang sentimen pasar. Nama "Kagi" sendiri berarti "kunci" atau "hook" dalam bahasa Jepang, merujuk pada bentuk garis yang berbelok seperti kait. Apa Itu Kagi Chart? Kagi Chart adalah jenis chart yang mengabaikan waktu sepenuhnya dan hanya merekam pergerakan harga yang signifikan. Hasilnya adalah serangkaian garis vertikal yang berbelok (seperti kait) ketika harga...

The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, banyak pola reversal (pembalikan) yang terkenal seperti Double Top, Head and Shoulders, atau Triple Bottom. Namun, pola-pola tersebut seringkali membutuhkan waktu lama untuk terbentuk dan interpretasinya bisa subjektif. Joe Ross, seorang trader legendaris dan penulis buku "Trading The Ross Hook", mengembangkan pola yang jauh lebih sederhana: The 1-2-3 Pattern. Dinamakan demikian karena hanya terdiri dari tiga titik pada grafik harga, pola ini dirancang untuk mengidentifikasi momen di mana tren sedang berakhir dan akan berbalik arah. Kesederhanaannya membuat pola ini sangat populer di kalangan trader yang menginginkan sinyal reversal yang jelas dan mudah diimplementasikan. Karakteristik The 1-2-3 Pattern The 1-2-3 Pattern adalah pola reversal yang terbentuk dari tiga swing point (titik ayunan) pada grafik harga. Pola ini dapat muncul di akhir uptrend...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  4. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  5. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  6. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  7. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  8. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  9. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  10. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

TradingView Chart - NASI