Update: Kamis, 30 April 2026

NOBU

PT. Bank Nationalnobu Tbk.

Rp 525
-1.87%
Volume
31.217 lot
MA 5
532
MA 20
550
RSI
34.78
High
545
Low
520
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.93%
Support (10d)
520
Resistance (10d)
570
Volume Trend (10d)
-40.7%
Score
15
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-9.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.896 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NOBU saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp520, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp570.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 494 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan

Dalam analisis teknikal saham, dunia pola harmonic terus berkembang dengan berbagai formasi baru yang menawarkan presisi tinggi. Salah satu pola yang paling menarik dan relatif baru adalah pola 5-0 (dibaca "Five-O"). Pola 5-0 ditemukan oleh Scott Carney, penemu pola Crab, Deep Crab, dan Shark. Pola ini dinamakan "5-0" karena bentuknya yang menyerupai angka 5 dan 0 jika dilihat dari struktur titik-titiknya. Pola 5-0 unik karena menawarkan dua opsi zona pembalikan (Potential Reversal Zone) yang berbeda, memberikan fleksibilitas lebih bagi trader. Yang membedakan 5-0 dari pola harmonic lainnya adalah struktur internal yang spesifik di mana titik B tidak berada di level Fibonacci retracement seperti pola lain, tetapi di level 50% dari XA, dan titik C berada di level 113% atau 127.2% dari AB (ekstensi). Pola...

Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian

Dalam trading saham, salah satu pertanyaan paling umum yang muncul setiap pagi adalah: Di mana level support dan resistance untuk hari ini? Ada banyak cara untuk menjawab pertanyaan ini, mulai dari garis tren, moving average, hingga indikator kompleks seperti Fibonacci retracement. Namun, ada satu metode yang paling tua, paling sederhana, tetapi masih digunakan secara luas oleh trader profesional hingga saat ini: Pivot Point. Pivot Point adalah level-level yang dihitung berdasarkan data harga hari sebelumnya (high, low, close). Level-level ini berfungsi sebagai support dan resistance potensial untuk hari berikutnya. Seiring waktu, metodologi dasar ini berkembang menjadi beberapa varian, masing-masing dengan filosofi dan karakteristik unik. Apa Itu Pivot Point? Pivot Point (PP) adalah harga rata-rata dari high, low, dan close hari sebelumnya. Dari PP ini, dihitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  2. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  3. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  4. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  5. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  6. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  7. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  8. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  9. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  10. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

TradingView Chart - NOBU