Update: Kamis, 30 April 2026

OBAT

PT. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk.

Rp 330
-1.79%
Volume
9.106 lot
MA 5
334
MA 20
337
RSI
40.74
High
336
Low
322
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.16%
Support (10d)
322
Resistance (10d)
350
Volume Trend (10d)
+92.9%
Score
25
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-10.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -151 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OBAT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp322, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 306 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi

Dalam analisis teknikal, volume dan harga adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Biasanya, volume tinggi sejalan dengan rentang harga yang lebar—pergerakan besar didukung oleh partisipasi besar. Namun, ada kondisi yang sangat kontras: volume sangat tinggi tetapi rentang harga sangat sempit. Kondisi ini dikenal sebagai Churning. Churning adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia terjadi ketika pasar sedang dalam proses akumulasi (pemain besar mengumpulkan saham di harga rendah) atau distribusi (pemain besar melepas saham di harga tinggi). Bagi trader yang memahami churning, ini adalah jejak bahwa "smart money" sedang aktif—tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Karakteristik Churning Churning adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak tinggi—seringkali 2-3 kali volume rata-rata—tetapi harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Hasilnya adalah...

Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga. Selain pola Doji, Hammer, atau Engulfing, ada pola tiga candlestick yang cukup akurat namun jarang dibahas: Advance Block. Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bearish (penurunan). Jika Anda seorang trader saham, mengenali Advance Block bisa membantu Anda keluar dari posisi beli sebelum harga benar-benar jatuh. Apa Itu Pola Advance Block? Advance Block adalah formasi tiga candlestick bullish (hijau) yang muncul di akhir sebuah tren naik (uptrend). Meskipun ketiga candlestick berwarna hijau, pola ini justru memberi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai melemah dan harga berpotensi berbalik turun. Ciri khas utamanya adalah: Badan candlestick semakin pendek dari candlestick pertama ke ketiga. Harga tertinggi (high) terus naik, tetapi laju...

Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

Dalam analisis teknikal, candlestick standar (Japanese candlestick) adalah alat yang sangat populer. Namun, ia memiliki satu kelemahan signifikan: noise. Fluktuasi harga harian seringkali menghasilkan candlestick yang berantakan, dengan bayangan panjang dan tubuh pendek yang sulit diinterpretasikan. Seorang trader Jepang (yang namanya tidak tercatat dalam sejarah) mengembangkan solusi untuk masalah ini. Ia menciptakan versi modifikasi dari candlestick yang disebut Heikin Ashi. Nama "Heikin Ashi" berasal dari bahasa Jepang: "Heikin" berarti rata-rata, dan "Ashi" berarti kaki atau batang (candlestick). Jadi, Heikin Ashi adalah candlestick rata-rata. Ia menghaluskan harga dengan cara yang cerdas, menghasilkan chart yang jauh lebih bersih dan tren yang jauh lebih mudah dibaca. Apa Itu Heikin Ashi? Heikin Ashi adalah teknik memodifikasi candlestick dengan menghitung nilai rata-rata dari harga open, high, low, dan close...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  2. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  3. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  4. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  5. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  7. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  8. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  9. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  10. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya

TradingView Chart - OBAT