Update: Kamis, 30 April 2026

PADI

PT. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk.

Rp 108
-1.82%
Volume
3.525.958 lot
MA 5
107
MA 20
113
RSI
30.91
High
114
Low
103
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.59%
Support (10d)
103
Resistance (10d)
130
Volume Trend (10d)
-63.0%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
9.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (30.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -78.703 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PADI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp103, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 98 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengikuti tren — mengidentifikasi arah, kekuatan, dan momentum pergerakan harga. Namun, ada satu indikator yang melakukan kebalikannya: Detrended Price Oscillator (DPO). Indikator ini justru menghilangkan tren dari harga sehingga Anda dapat melihat siklus dan osilasi yang tersembunyi di balik tren utama. Dikembangkan oleh analis teknikal terkenal, Walter Bressert, DPO membantu trader mengidentifikasi siklus pasar (cycle) dengan menghilangkan komponen tren jangka panjang. Bagi trader yang percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang berulang, DPO adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Detrended Price Oscillator (DPO) DPO adalah indikator osilator yang menghitung selisih antara harga dengan moving average yang telah digeser (shifted). Dengan menggeser moving average ke masa lalu, DPO menghilangkan tren jangka panjang dan menyisakan komponen siklus. Ciri-ciri spesifiknya...

Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola tiga candlestick berfokus pada pembalikan tren (reversal). Namun, ada satu pola yang justru menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut—bukan berbalik. Pola itu adalah Rising Three Methods (Tiga Metode Naik). Pola ini mungkin terlihat membingungkan pada pandangan pertama—mengapa setelah naik tiba-tiba turun? Namun, justru "turun" sementara inilah yang menjadi kunci kekuatan pola ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Rising Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Rising Three Methods? Rising Three Methods adalah pola continuation bullish (kelanjutan tren naik) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick karena pola dasarnya adalah "tiga metode" dengan beberapa variasi. Pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  2. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  3. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  4. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  5. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  6. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  7. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  8. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  9. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  10. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume

TradingView Chart - PADI