Update: Kamis, 30 April 2026

PTDU

PT. Djasa Ubersakti Tbk.

Rp 70
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
70
MA 20
70
RSI
100.00
High
-
Low
-
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Di antara berbagai pola grafik dalam analisis teknikal, ada satu pola yang sering dianggap sebagai "sepupu dekat" dari Bullish Flag, yaitu Bullish Pennant. Pola ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari flag, namun tetap memberikan sinyal kelanjutan tren naik yang andal. Apa Itu Bullish Pennant? Bullish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga naik secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai umbul-umbul atau panji (pennant) yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera sebagai awal pergerakan. Perbedaan utama dengan Bullish Flag terletak pada bentuk area konsolidasinya. Jika flag membentuk saluran paralel atau sedikit menurun, maka pennant membentuk dua garis tren yang saling bertemu (converging), menciptakan pola segitiga yang...

Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengikuti tren — mengidentifikasi arah, kekuatan, dan momentum pergerakan harga. Namun, ada satu indikator yang melakukan kebalikannya: Detrended Price Oscillator (DPO). Indikator ini justru menghilangkan tren dari harga sehingga Anda dapat melihat siklus dan osilasi yang tersembunyi di balik tren utama. Dikembangkan oleh analis teknikal terkenal, Walter Bressert, DPO membantu trader mengidentifikasi siklus pasar (cycle) dengan menghilangkan komponen tren jangka panjang. Bagi trader yang percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang berulang, DPO adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Detrended Price Oscillator (DPO) DPO adalah indikator osilator yang menghitung selisih antara harga dengan moving average yang telah digeser (shifted). Dengan menggeser moving average ke masa lalu, DPO menghilangkan tren jangka panjang dan menyisakan komponen siklus. Ciri-ciri spesifiknya...

Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

Dalam perjalanan tren turun yang panjang, seringkali kita melihat candlestick-candlestick besar berwarna hitam yang mengintimidasi. Namun, ketika tren mulai kehabisan napas, muncullah candlestick-candlestick kecil yang mungkin terlihat tidak berarti. Salah satu pola yang memanfaatkan fenomena ini adalah Pipe Bottom. Pola sederhana namun kuat ini terbentuk dari candlestick kecil di akhir downtrend dan dapat menjadi sinyal awal pembalikan bullish. Bagi trader yang jeli, Pipe Bottom adalah "pipa" yang menghubungkan fase penurunan dengan fase pemulihan. Karakteristik Pola Pipe Bottom Pipe Bottom (dasar pipa) adalah pola yang terbentuk dalam konteks tren turun, dengan ciri utama adanya candlestick kecil (atau beberapa candlestick kecil) di level bottom. Nama "Pipe" diambil dari bentuk visualnya yang menyerupai pipa — sebuah batang kecil vertikal (candlestick kecil) yang menjadi fondasi di dasar penurunan....

Artikel menarik lainnya:

  1. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  2. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  3. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  4. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  5. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  6. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  7. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  8. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  9. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  10. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga

TradingView Chart - PTDU