Update: Kamis, 30 April 2026

ROTI

PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Rp 645
-0.77%
Volume
22.581 lot
MA 5
652
MA 20
724
RSI
2.94
High
655
Low
635
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.24%
Support (10d)
635
Resistance (10d)
720
Volume Trend (10d)
-65.7%
Score
30
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-14.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (2.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.033 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ROTI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 2.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp635, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp720.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 603 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick yang melibatkan celah harga atau gap sering kali dianggap memiliki sinyal yang lebih kuat dibandingkan pola tanpa gap. Salah satu pola multi candlestick yang mengandalkan gap sebagai komponen utamanya adalah Breakaway Pattern. Pola Breakaway tergolong jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia mampu memberikan sinyal pembalikan arah yang cukup akurat, baik dari tren turun ke naik (bullish) maupun dari tren naik ke turun (bearish). Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola Breakaway beserta karakteristik, psikologi pasar, dan cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola Breakaway? Breakaway pattern adalah formasi candlestick yang terdiri dari lima batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern). Namanya diambil dari kata breakaway yang berarti "melepaskan diri" atau "memisahkan diri",...

Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Di dunia trading, tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan realitas yang sebenarnya. Di bawah buku pesanan (order book) yang tampak biasa, seringkali tersembunyi niat besar para pemain institusional. Mereka tidak ingin ketahuan. Mereka menyembunyikan pesanan besar mereka di balik "gunung es" – hanya ujung kecil yang terlihat, sementara massa utamanya tersembunyi di bawah permukaan. Dalam analisis teknikal, fenomena ini meninggalkan jejak yang disebut Iceberg Pattern. Meskipun pola ini lebih dikenal dalam analisis order flow (DOM) dan tape reading, jejaknya dapat dikenali di chart harga standar jika Anda tahu apa yang harus dicari. Apa Itu Iceberg Pattern? Iceberg Pattern adalah pola harga dan volume yang mengindikasikan adanya pesanan besar yang tersembunyi (hidden order) dari pemain institusional. Nama "iceberg" diambil dari fenomena gunung es: hanya...

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  2. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  3. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  4. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  5. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  6. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  7. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  8. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  9. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  10. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

TradingView Chart - ROTI