Update: Kamis, 30 April 2026

SKRN

PT. Superkrane Mitra Utama Tbk.

Rp 482
-1.23%
Volume
652 lot
MA 5
487
MA 20
474
RSI
56.14
High
486
Low
482
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.50%
Support (10d)
456
Resistance (10d)
550
Volume Trend (10d)
+169.0%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
1.69 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -31 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SKRN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp456, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp550.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 456, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu

Dalam analisis teknikal, nama W.D. Gann identik dengan pendekatan yang unik dan misterius. Ia percaya bahwa pasar tidak bergerak acak, melainkan mengikuti pola geometris yang selaras dengan hukum alam. Salah satu alat paling menarik yang dikembangkannya adalah Gann Emblem — sebuah representasi visual yang menggabungkan lingkaran, segitiga, dan bujur sangkar (square) untuk menganalisis hubungan antara waktu dan harga. Gann Emblem juga dikenal sebagai "Gann's Geometric Emblem" atau "The Gann Wheel" dalam beberapa literatur. Ia adalah ringkasan visual dari filosofi Gann bahwa pasar bergerak dalam siklus dan bahwa terdapat harmoni antara pergerakan harga dan berlalunya waktu. Karakteristik Gann Emblem Gann Emblem adalah sebuah diagram geometris yang menggabungkan tiga bentuk dasar: lingkaran, segitiga, dan bujur sangkar. Masing-masing bentuk ini memiliki signifikansi tersendiri dalam filosofi Gann. Struktur...

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  2. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  3. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  4. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  5. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  6. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  7. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  8. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  9. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  10. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

TradingView Chart - SKRN