Update: Kamis, 30 April 2026

SLIS

PT. Gaya Abadi Sempurna Tbk.

Rp 83
-3.49%
Volume
93.651 lot
MA 5
84
MA 20
87
RSI
43.75
High
87
Low
82
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.52%
Support (10d)
82
Resistance (10d)
95
Volume Trend (10d)
-35.9%
Score
10
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
3.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.823 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SLIS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp82, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp95.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 78 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar trader hanya hafal pola-pola populer seperti doji, hammer, shooting star, atau engulfing. Namun, ada satu pola yang nyaris terlupakan, jarang dibahas dalam buku-buku mainstream, tetapi memiliki keunikan tersendiri dan tetap digunakan oleh para trader senior di Meksiko dan Amerika Latin. Pola itu bernama Trompo. Trompo (diucapkan: trom-po) adalah kata dalam bahasa Spanyol yang berarti "gasing" atau "topi putar". Dalam konteks candlestick, trompo adalah versi Meksiko dari apa yang dikenal secara internasional sebagai Spinning Top (gasing berputar). Namun, ada perbedaan filosofis dan interpretasi yang membuat trompo layak Anda pelajari sebagai tambahan wawasan. Meskipun jarang dipakai di kalangan trader Asia atau Eropa, memahami trompo akan memperkaya perangkat analisis Anda, terutama ketika Anda menghadapi kondisi pasar yang benar-benar bimbang. Apa...

Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

Dalam analisis teknikal, kebanyakan indikator volume berasumsi bahwa volume tinggi adalah segalanya. Volume tinggi dianggap mencerminkan partisipasi serius, sementara volume rendah diabaikan sebagai noise. Namun, ada sepasang indikator yang membalik logika tersebut. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) justru percaya bahwa hari-hari dengan volume rendah menyimpan informasi paling berharga tentang arah pasar jangka panjang. Dikembangkan oleh Paul Dysart pada tahun 1930-an (setelah ia mengamati karya perintis dari Norman Fosback), indikator ini didasarkan pada teori yang menarik: Orang banyak (crowd) cenderung salah, sementara orang pintar (smart money) bertindak saat sepi. Filosofi Dibalik NVI dan PVI Fosback, yang mempopulerkan indikator ini dalam bukunya, mengamati sebuah fenomena menarik: Pada hari dengan volume di atas rata-rata (Positive Volume), publik ritel cenderung paling aktif. Mereka terpengaruh...

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  2. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  3. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  4. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  7. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  8. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  9. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - SLIS