Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...
Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
Dalam analisis teknikal saham, dunia pola harmonic terus berkembang. Setelah mempelajari Gartley, Bat, Butterfly, Crab, Cypher, dan Deep Crab, kini saatnya mengenal pola harmonic yang relatif baru namun semakin populer: pola Shark atau pola Hiu. Pola Shark ditemukan oleh Scott Carney, penemu pola Crab dan Deep Crab. Pola ini dinamakan "Shark" (hiu) karena bentuknya yang menyerupai sirip hiu yang muncul di permukaan air – tiba-tiba, tajam, dan mematikan. Pola Shark dikenal karena kemampuannya menangkap titik pembalikan dengan presisi tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Yang membedakan Shark dari pola harmonic lainnya adalah strukturnya yang lebih sederhana (hanya memiliki 4 titik, bukan 5) dan rasio Fibonacci yang spesifik. Pola Shark adalah salah satu pola harmonic yang paling mudah diidentifikasi namun tetap memiliki tingkat akurasi yang...
Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rounding Top sebagai pola pembalikan bearish yang berbentuk kubah, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Rounding Bottom, yang juga dikenal sebagai Saucer (piring) atau Bow (mangkuk). Rounding Bottom adalah kebalikan dari Rounding Top. Jika Rounding Top berbentuk kubah terbalik (seperti huruf "n"), maka Rounding Bottom berbentuk mangkuk atau piring (seperti huruf "u"). Pola ini menggambarkan perubahan psikologi pasar secara gradual, dari kepanikan menjadi apatis, lalu menjadi optimisme yang perlahan-lahan membangun. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rounding Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Rounding Bottom? Rounding Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini berbentuk...