Update: Kamis, 30 April 2026

SMBR

PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Rp 216
-3.57%
Volume
66.197 lot
MA 5
222
MA 20
224
RSI
48.94
High
226
Low
210
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.52%
Support (10d)
210
Resistance (10d)
242
Volume Trend (10d)
-16.1%
Score
15
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-5.26 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.428 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMBR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp210, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp242.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 200 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah memilih indikator yang tepat. Trader sering menggunakan RSI untuk momentum jangka pendek, MACD untuk jangka menengah, dan indikator lain untuk jangka panjang. Bagaimana jika ada satu indikator yang menggabungkan semuanya? Itulah KST Indicator (Know Sure Thing) . Dikembangkan oleh analis teknikal Martin Pring, KST adalah indikator momentum yang menggabungkan empat rate of change (ROC) dengan periode yang berbeda — dari jangka pendek hingga jangka panjang — menjadi satu sinyal yang terintegrasi. Namanya sendiri "Know Sure Thing" mencerminkan keyakinan bahwa indikator ini memberikan sinyal yang lebih andal karena mempertimbangkan berbagai horizon waktu. Bagi trader yang ingin menyederhanakan analisis tanpa kehilangan kedalaman informasi, KST adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik KST Indicator KST adalah indikator osilator yang menghitung...

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada pola-pola yang begitu ikonik sehingga menjadi bahasa universal bagi trader di seluruh dunia. Salah satunya adalah Double Bottom. Pola ini dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai dua lembah (bottom) dengan kedalaman yang kurang lebih sama, seperti dua cekungan kembar. Double Bottom adalah kebalikan dari Double Top. Pola ini merupakan salah satu pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang paling terkenal dan paling dapat diandalkan. Ia menandakan bahwa tren turun telah kehabisan tenaga dan harga akan berbalik arah menjadi tren naik. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Double Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Double Bottom? Double Bottom adalah pola pembalikan bullish yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend)....

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  2. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  3. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  4. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  5. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  6. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  7. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  8. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  9. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  10. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun

TradingView Chart - SMBR