Update: Kamis, 30 April 2026

SMMA

PT. Sinarmas Multiartha Tbk.

Rp 15.600
+4.00%
Volume
308 lot
MA 5
14.590
MA 20
14.348
RSI
62.16
High
15.600
Low
14.975
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.84%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
15.600
Volume Trend (10d)
+181.2%
Score
85
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
6.12 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -83 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp15.600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 15.600 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 17.940 - 19.500 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 14.820 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang

Dalam analisa teknikal saham, sebagian besar trader mengenal Doji sebagai pola candlestick netral. Namun, tahukah Anda bahwa ada varian Doji yang mencerminkan pergolakan emosi pasar paling ekstrem? Pola itu bernama Long Legged Doji. Long Legged Doji tidak sekadar menunjukkan ketidakpastian—ia menceritakan pertempuran sengit antara bull dan bear sepanjang periode perdagangan, namun berakhir tanpa pemenang. Artikel ini akan membedah tuntas pola satu candlestick yang wajib Anda kenali ini. Apa Itu Long Legged Doji? Long Legged Doji adalah varian dari pola Doji yang memiliki ciri khas: Badan lilin sangat pendek (hampir tidak ada, open = close) Sumbu atas (upper shadow) sangat panjang Sumbu bawah (lower shadow) sangat panjang Kedua sumbu biasanya jauh lebih panjang dibanding badan lilin Bayangkan sebuah lilin yang bentuknya seperti baling-baling atau tanda plus dengan lengan yang memanjang ke atas dan bawah....

On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick memiliki beragam nama yang unik dan mudah diingat. Salah satu pola yang tergolong sederhana namun sering disalahartikan oleh trader pemula adalah On-Neck Line. Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), tetapi dengan karakteristik yang sangat spesifik. Keunikan On-Neck Line terletak pada posisi penutupan lilin kedua yang tepat berada pada level yang sama dengan penutupan lilin pertama—seolah-olah "menempel di leher". Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola On-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola On-Neck Line? On-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan. Namanya diambil dari posisi lilin kedua yang "menempel di leher"...

Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

Dalam analisis teknikal modern, volume profile telah menjadi alat yang sangat populer untuk memahami di mana sebagian besar volume transaksi terjadi. Inti dari volume profile adalah Point of Control (POC)—level harga dengan volume perdagangan tertinggi dalam suatu periode. Namun, ada satu konsep lanjutan yang sering luput dari perhatian trader ritel, padahal sangat powerful: Naked Point of Control (Naked POC). Naked POC adalah POC yang saat ini "telanjang"—artinya, harga telah bergerak meninggalkannya dan tidak kembali menyentuh level tersebut dalam periode waktu yang signifikan. Level ini, yang dulunya merupakan zona kesepakatan tertinggi antara pembeli dan penjual, kini menjadi zona yang "menggoda". Ia akan bertindak sebagai magnet kuat yang akan menarik harga kembali, atau sebaliknya, menjadi zona penolakan yang sangat keras. Memahami Naked POC sama seperti mengetahui...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  2. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  3. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  4. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  5. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  6. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  7. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  8. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  9. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  10. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga

TradingView Chart - SMMA