Update: Kamis, 30 April 2026

LABS

PT. UBC Medical Indonesia Tbk.

Rp 147
-0.68%
Volume
9.543 lot
MA 5
149
MA 20
157
RSI
16.67
High
149
Low
144
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.15%
Support (10d)
144
Resistance (10d)
161
Volume Trend (10d)
+15.3%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-5.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (16.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -133 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LABS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 16.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp144, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp161.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 137 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, Jepang memiliki banyak istilah unik untuk menggambarkan pola harga. Ada "Doji" (bimbang), "Hammer" (palu), dan "Engulfing" (menelan). Namun ada satu pola yang namanya cukup mengerikan: Upside Gap Two Crows atau "Dua Gagak dengan Celah di Atas". Mengapa dinamakan gagak? Dalam budaya Jepang, gagak sering dikaitkan dengan pertanda buruk. Dan memang, pola ini adalah sinyal pembalikan bearish yang cukup kuat di akhir tren naik. Mari kita bedah pola langka namun mematikan ini. Apa Itu Upside Gap Two Crows? Upside Gap Two Crows adalah pola pembalikan bearish yang terdiri dari tiga candlestick dan muncul setelah uptrend. Namanya berasal dari bentuknya: dua candlestick hitam (gagak) yang "bertengger" di atas celah (gap) dari candlestick pertama. Pola ini termasuk dalam kategori pola multi candlestick...

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  2. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  3. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  4. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  5. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  6. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  7. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  8. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  9. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  10. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna

TradingView Chart - LABS