Update: Kamis, 30 April 2026

TRGU

PT. Cerestar Indonesia Tbk.

Rp 186
+2.20%
Volume
2.576 lot
MA 5
185
MA 20
186
RSI
46.15
High
187
Low
181
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.31%
Support (10d)
180
Resistance (10d)
190
Volume Trend (10d)
+50.0%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -70 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TRGU saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.31%. Area support terdekat berada di sekitar Rp180, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp190.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 180, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada harga dan volume. Mereka bertanya: "Di mana support dan resistance?" atau "Seberapa besar volume hari ini?" Namun, ada pertanyaan mendasar yang jarang diajukan: Kapan? Kapan harga cenderung naik? Kapan cenderung turun? Apakah ada pola waktu yang berulang? Inilah ranah Time Cycles (Siklus Waktu). Time Cycles adalah studi tentang pola-pola periodik dalam pergerakan harga yang terkait dengan waktu. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa perilaku manusia (termasuk trading) bersifat siklus dan berulang. Apa Itu Time Cycles? Time Cycles adalah metode analisis teknikal yang mempelajari pola-pola berulang dalam pergerakan harga berdasarkan interval waktu tertentu. Alih-alih bertanya "di mana harga akan pergi?", Time Cycles bertanya "kapan harga cenderung bergerak?" Filosofi dasar Time Cycles: Perilaku pasar tidak acak, tetapi mengikuti...

Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, kita sudah akrab dengan pola-pola populer seperti Doji, Hammer, atau Engulfing. Namun, ada pola-pola langka yang jarang dibahas padahal memiliki akurasi yang cukup menarik. Salah satunya adalah Ladder Bottom atau "Dasar Tangga". Dinamakan demikian karena bentuknya seperti tangga yang menurun lalu berbalik naik. Pola ini adalah sinyal pembalikan bullish yang muncul di akhir downtrend panjang, memberi sinyal bahwa penjual sudah kehabisan tenaga dan pembeli siap mengambil alih. Mari kita bedah pola lima candlestick yang langka namun powerful ini. Apa Itu Ladder Bottom? Ladder Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terdiri dari lima candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung cukup lama. Pola ini termasuk dalam kategori multi candlestick yang cukup kompleks . Nama "Ladder" (tangga) diambil...

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  2. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  3. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  4. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  7. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  8. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  9. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  10. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru

TradingView Chart - TRGU