Update: Kamis, 30 April 2026

ALII

PT. Ancara Logistics Indonesia Tbk.

Rp 980
0.00%
Volume
24.933 lot
MA 5
983
MA 20
865
RSI
70.42
High
995
Low
935
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.90%
Support (10d)
820
Resistance (10d)
1.130
Volume Trend (10d)
+130.3%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
28.10 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (70.4) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.495 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ALII saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 70.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp820, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 820, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya

Di pasar saham, ada sebuah fakta yang sering terlupakan: harga yang naik tanpa diikuti volume yang sehat ibarat mobil tanpa bensin. Cepat atau lambat, ia akan berhenti. Sebagian besar indikator volume hanya memberi tahu Anda berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, mereka tidak membedakan apakah volume tersebut berasal dari aksi akumulasi (pembelian sistematis oleh investor pintar) atau distribusi (penjualan diam-diam sebelum harga jatuh). Di sinilah Accumulation/Distribution Line (A/D Line) berperan. Indikator ini dirancang untuk menjawab pertanyaan paling penting dalam trading: Apakah uang sedang mengalir masuk atau keluar dari saham ini? Siapa Pencipta A/D Line? Accumulation/Distribution Line dikembangkan oleh Marc Chaikin, analis teknikal legendaris yang juga menciptakan Chaikin Volatility dan Chaikin Oscillator. Chaikin menyadari bahwa volume saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah di...

One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari

Ada saat-saat di pasar saham ketika Anda melihat sebuah candle yang begitu aneh dan mencolok sehingga membuat Anda bertanya-tanya: "Apa yang sebenarnya terjadi hari ini?" Candle tersebut mungkin dibuka dengan kuat, mencapai level tertinggi baru, lalu tiba-tiba berbalik dan ditutup di level terendah (atau sebaliknya). Itulah yang disebut One-Day Reversal, atau lebih dikenal sebagai Key Reversal Day. Pola ini dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan arah paling kuat dalam analisis teknikal. Tidak seperti pola reversal lainnya yang membutuhkan dua atau tiga candle, Key Reversal Day hanya membutuhkan satu sesi perdagangan untuk mengubah sentimen pasar secara drastis. Jika Anda bisa mengenali pola ini, Anda akan memiliki kemampuan untuk mendeteksi titik balik pasar pada hari yang sama ketika titik balik itu terjadi. Apa Itu One-Day Reversal...

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  2. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  3. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  4. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  5. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  8. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  9. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  10. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

TradingView Chart - ALII