Update: Kamis, 30 April 2026

AMAR

PT. Bank Amar Indonesia Tbk.

Rp 198
-0.50%
Volume
3.861 lot
MA 5
198
MA 20
198
RSI
55.56
High
204
Low
197
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.90%
Support (10d)
188
Resistance (10d)
208
Volume Trend (10d)
+12.3%
Score
80
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-0.50 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 114 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMAR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp188, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp208.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 198 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 228 - 248 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 188 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle (bullish) dan Descending Triangle (bearish), kini saatnya mengenal pola segitiga yang paling netral namun paling sering muncul: Symmetrical Triangle. Symmetrical Triangle adalah pola yang unik karena ia tidak memihak arah tertentu. Ia bisa menjadi pola kelanjutan (continuation) maupun pola pembalikan (reversal), tergantung pada arah breakout yang terjadi. Inilah yang membuatnya menarik sekaligus menantang: ia memberikan peluang di kedua arah, tetapi trader harus sabar menunggu sinyal yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Symmetrical Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif untuk memanfaatkan kedua kemungkinan arah breakout. Apa Itu Symmetrical Triangle? Symmetrical Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang saling...

Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator digunakan untuk menentukan arah tren – apakah harga akan naik atau turun. Namun, ada satu indikator yang dirancang untuk menjawab pertanyaan yang berbeda: seberapa kuat tren tersebut? Indikator itu adalah ADX (Average Directional Index). ADX dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan Parabolic SAR. ADX tidak memberi tahu Anda apakah tren sedang naik atau turun – ia hanya memberi tahu Anda seberapa kuat tren tersebut, terlepas dari arahnya. Untuk mengetahui arah tren, ADX dilengkapi dengan dua garis pendamping: Plus DI (+DI) dan Minus DI (-DI). Ketiganya – ADX, +DI, dan -DI – membentuk sistem Directional Movement Indicator (DMI) yang sangat powerful untuk menganalisis tren. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang ADX dan...

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  2. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  3. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  4. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  5. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  6. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  7. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - AMAR