Update: Kamis, 30 April 2026

ASHA

PT. Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk.

Rp 76
0.00%
Volume
285.132 lot
MA 5
75
MA 20
75
RSI
58.00
High
77
Low
73
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.83%
Support (10d)
72
Resistance (10d)
89
Volume Trend (10d)
-65.7%
Score
95
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
5.56 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 41.465 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASHA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp72, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp89.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 76 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 87 - 95 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 72 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

Dalam analisis teknikal, banyak indikator yang hanya berfokus pada harga, mengabaikan volume sebagai komponen penting. Padahal, volume adalah "bahan bakar" di balik pergerakan harga. Sebuah pergerakan naik tanpa volume yang cukup mungkin hanya ilusi, sementara pergerakan naik dengan volume besar adalah sinyal kekuatan sejati. Di sinilah Force Index berperan. Dikembangkan oleh Dr. Alexander Elder (sosok yang sama di balik Elder Ray Index), Force Index adalah indikator yang menggabungkan tiga elemen penting: arah pergerakan harga, jarak pergerakan, dan volume. Dengan menggabungkan ketiganya, Force Index memberikan gambaran tentang "kekuatan sejati" dari sebuah pergerakan harga. Karakteristik Force Index Force Index adalah indikator osilator yang mengukur kekuatan di balik pergerakan harga. Semakin besar perubahan harga dan semakin tinggi volume, semakin besar nilai Force Index. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai...

Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory memiliki berbagai bentuk gelombang. Setelah mempelajari Impulse Wave (5 gelombang) dan Corrective Wave (3 gelombang), kini saatnya mengenal pola yang unik dan sering menjadi kunci pembalikan tren: Diagonal Triangle (Segitiga Diagonal). Diagonal Triangle adalah pola gelombang yang berbentuk seperti segitiga, tetapi memiliki struktur internal yang berbeda dari triangle biasa. Pola ini sangat penting dikenali karena sering menandai akhir dari sebuah tren (ending diagonal) atau awal dari tren baru (leading diagonal). Tidak seperti impulse wave biasa yang mengikuti aturan "wave 4 tidak boleh tumpang tindih dengan wave 1", diagonal triangle justru melanggar aturan ini. Inilah yang membuatnya istimewa dan mudah dikenali. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Diagonal Triangle (baik Ending maupun Leading), mulai dari karakteristik, struktur...

Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

Dalam hiruk-pikuk grafik saham yang penuh dengan fluktuasi harga, terkadang hal yang paling sederhana justru menyimpan makna paling dalam. Salah satu pola candlestick yang sering terlewatkan oleh trader pemula adalah Matching Low. Pola ini terbentuk dari dua candlestick yang memiliki harga penutupan yang sama di level rendah, dan meskipun tampak sederhana, ia dapat memberikan sinyal potensi pembalikan bullish yang cukup andal. Bagi trader yang jeli, Matching Low adalah salah satu alat untuk mendeteksi titik di mana tekanan jual mulai kehabisan tenaga. Karakteristik Pola Matching Low Matching Low adalah pola yang terbentuk dari dua candlestick dalam konteks tren turun. Nama "Matching Low" secara harfiah berarti "menyamakan level rendah" — yaitu harga penutupan yang sama. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai berikut: Candlestick Pertama (Hari 1): Berwarna hitam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  2. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  3. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  4. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  5. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  6. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  7. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  8. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  9. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  10. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

TradingView Chart - ASHA