Update: Kamis, 30 April 2026

CHEM

PT. Chemstar Indonesia Tbk.

Rp 91
-3.19%
Volume
284.486 lot
MA 5
92
MA 20
100
RSI
41.03
High
95
Low
88
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.53%
Support (10d)
88
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
-86.1%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
9.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -277 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CHEM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp88, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 84 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

Setiap trader pasti pernah mengalami momen frustasi: harga menyentuh level tertinggi dalam sebulan, Anda yakin akan breakout, lalu tiba-tiba harga berbalik tajam dan menjebak Anda. Atau sebaliknya, harga mencapai level terendah, Anda panic sell, lalu esoknya melonjak naik. Apa yang luput dari perhatian Anda? Jawabannya adalah Market Delta. Market Delta bukan sekadar indikator biasa. Dia adalah jendela untuk melihat niat sebenarnya dari pelaku pasar di level-level kritis. Ketika harga mencapai level tinggi atau rendah yang signifikan, Market Delta bisa menunjukkan apakah level tersebut akan bertahan atau justru menjadi titik balik. Mengenal Kembali Konsep Dasar Market Delta Sebelum membahas pola reversal, mari kita pahami dulu inti dari Market Delta. Market Delta adalah representasi dari Volume Delta yang diakumulasi dalam periode waktu tertentu. Volume Delta sendiri...

Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga, dan banyak pula yang berfokus pada volume. Namun, bagaimana dengan hubungan antara keduanya? Apakah harga naik didukung oleh volume yang kuat, atau hanya kenaikan tipis tanpa partisipasi pasar? Market Facilitation Index (MFI) , yang dikembangkan oleh Bill Williams (sosok yang sama di balik Alligator, Gator Oscillator, dan Fractals), menjawab pertanyaan ini. MFI mengukur seberapa mudah harga bergerak dalam satu periode — dengan kata lain, seberapa besar perubahan harga yang terjadi untuk setiap unit volume yang diperdagangkan. Bagi trader yang ingin memahami kualitas pergerakan harga (apakah didukung oleh volume atau tidak), MFI adalah alat yang unik dan sangat berharga. Karakteristik Market Facilitation Index (MFI) MFI adalah indikator yang menghitung selisih antara harga tertinggi (high) dan harga terendah...

Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

Dalam analisis teknikal, kebanyakan indikator volume berasumsi bahwa volume tinggi adalah segalanya. Volume tinggi dianggap mencerminkan partisipasi serius, sementara volume rendah diabaikan sebagai noise. Namun, ada sepasang indikator yang membalik logika tersebut. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) justru percaya bahwa hari-hari dengan volume rendah menyimpan informasi paling berharga tentang arah pasar jangka panjang. Dikembangkan oleh Paul Dysart pada tahun 1930-an (setelah ia mengamati karya perintis dari Norman Fosback), indikator ini didasarkan pada teori yang menarik: Orang banyak (crowd) cenderung salah, sementara orang pintar (smart money) bertindak saat sepi. Filosofi Dibalik NVI dan PVI Fosback, yang mempopulerkan indikator ini dalam bukunya, mengamati sebuah fenomena menarik: Pada hari dengan volume di atas rata-rata (Positive Volume), publik ritel cenderung paling aktif. Mereka terpengaruh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  2. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  3. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  4. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  7. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  8. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  9. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  10. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

TradingView Chart - CHEM